Wednesday, April 15, 2020

Mari Masuukkk!


Haluuuwww...

Salam kenal semuaaa!

Ini keluarga kami...Ayah Djainul, Mama Kirana, Mas Darris, dan Adik Fidellynne.

Mas M. Darris Maulana Abidin lahir tanggal 12 Desember 2004, adik Fidellynne Khaleesha Abidin lahir tanggal 30 September 2006.

Met blog-walking yah!

Tuesday, May 5, 2015

Blogger: How to Change Blogpost Line Height

I was googling for this yesterday, and despite of finding some blogs and help tutorials, they aren't very update with the current Blogger customization steps.

Most advices is to:
  1. Go to Dashboard > Design > Edit HTML.
  2. Find some line with post-body then line-height. It suppose to look something like this:
  3. .post-body {
      line-height: 2;
    }
  4. Change the number to whatever line height you desire.
  5. Save the template.
  6. Check with your post/refresh your blog to see if it goes right.
BUT none of the tutorials I read mentioned about how to find that specified "post-body" line

Thursday, July 18, 2013

WASPADA! XL Pascabayar memanipulasi billing untuk mengambil keuntungan

Berhubung multiplynya dah koit, jd terpaksa nulisnya disini. Maap ya, sekalinya update malah komplenan...
Sebenernya banyak tulisan gw, tapi semuanya masih di Mommiesdaily.com belon sempet dipindah2in. Mampir2 sana yaa...

Komplen ini akhirnya terpaksa gw tulis juga di blog & notes karena pihak XL plin-plan nanggepinnya. Udah sempet beres lho, tapi ndilalah kok ya balik amburadul lagi -_-.

Eengg...sistem billingnya jelek? Sengaja dibikin supaya bisa ambil2 dikit dari selisih2 billing customer? Entahlah...yg pasti di kasus gue, gue gak diinfo perubahan abonemen yg jd makin mahal dan sistem XL pascabayar ngiket langsung tagihan via CC. Seandainya gak sistem debet langsung, gue bisa cuekin aja tuh billing. Sebodo deh mau nomernya diputus kek. Tapi berhubung via CC, customer jd di posisi yg lemah.

Gue ga tau kejadian gini emang banyak di pascabayar semua provider, ato ya cm XL yg pinter kibulin. But if you are an XL post-paid user, be aware and be warned. Always check your billing and make sure you paid what you used or at least what you've told before.

I'm not.
-----------------------------------

Salah satu laporan keluhan atas masalah ini bernomor C14603006/07-05-2013.

Kartu saya diatasnamakan suami karena pernah mengikuti program XL Family sekitar tahun 2008-2009. Sejak tahun 2012 kartu suami sudah berubah menjadi prabayar, tapi kartu saya tetap atas nama suami. Jadi saya kerepotan setiap menanyakan status tagihan atau detil-detil lain, karena tiap-tiap harus minta tolong suami.

Sampai akhir Maret 2013 saya memutuskan untuk mengganti saja ke nama saya. Saya pikir dengan begitu semua jadi lebih mudah.

FYI kartu saya lebih banyak digunakan untuk m-banking dan sms, abonemen/minimal commitment 25rb+10%, dan tagihan per bulan tidak pernah melewati min-comm tersebut.

***
30 Maret 2013
XL Centre Semanggi.
Nama CS tidak tercatat, sebut saja CS X.

+ Saya mengajukan penggantian nama dan perubahan billing menjadi via email.
- CS mengatakan bahwa prosedur penggantian nama sama dengan prosedur pengajuan kartu/nomor pasca bayar baru. 
+ OK saya paham. (Tetapi CS X tidak menjelaskan apa saja yg menjadi prosedur penggantian nama selain yg dinyatakan dalam poin2 berikutnya ini.)
- CS juga menerangkan bahwa sesuai policy, 12 bulan pertama tagihan akan dipotong melalui kartu kredit. 
+ Sebetulnya saya keberatan, tapi tidak ada pilihan. Saya setuju.
- CS tanya apakah limit perlu dirubah nominal (tadinya 550rb) dan fix/fleksibelnya terhadap penggunaan bulanan. 
+ Saya minta dijelaskan detilnya, lalu saya putuskan limit menjadi 200rb dan sifatnya fix.
- CS mengatakan bahwa seluruh tagihan yg berjalan harus diselesaikan secara cash. 
+ Saya bayar.
- Kartu kredit diminta dan digesek. 
+ Tidak dijelaskan untuk apa, dan saya pun lupa kroscek nominalnya dan menanyakan peruntukannya.

Sampai dirumah baru saya pikirkan lagi tadi digesek untuk apa sebesar 50.000,52 karena tagihan berjalan sudah diselesaikan sementara bulan berikutnya belum berjalan, apalagi nilai 50rb tidak sesuai dengan abonemen biasanya.

Saya telpon 817 (lupa nama CS, sebut saja Y), dan mendapat penjelasan bahwa 50rb adalah nilai abonemen/min-comm baru yang saya TIDAK PERNAH DIBERITAHU AKAN BERUBAH. CS 817 juga menginfokan bahwa sesuai policy yg baru NOMINAL TERKECIL untuk min-comm adalah 50rb.
Jika CS X memberitahukan di depan bahwa min-comm akan berubah, maka SAYA MASIH BISA BERUBAH PIKIRAN dan membatalkan pergantian nama.
CS X sengaja tidak memberitahukan supaya saya menerima saja kenaikan min-comm? Mencoba mengakali/MENIPU CUSTOMER untuk MENINGKATKAN REVENUE dari ABONEMEN/MIN-COMM?

***
31 Maret 2013 
XL Centre Semanggi
CS Youngky

+ Saya ajukan keberatan atas perubahan min-comm dan minta dikembalikan seperti semula, 25rb+10%.
- CS mengatakan min-comm tidak bisa dirubah.
+ Saya minta dikembalikan seperti semula, cancel semua proses penggantian nama.
- Tidak bisa juga.
+ Saya minta rubah ke prabayar.
- Harus menunggu 6 bulan.
+ Saya mulai meradang dan jengkel karena toh selama 5 tahun nomor ini saya sendiri yang pakai dan tidak pernah ada masalah seandainya tidak saya proses ganti nama.
+ Saya mengancam akan menulis di media.
- CS berjanji memasukkan laporan dan menanyakan/mengurus ke tim billing, dan memberi kabar esoknya.

***
1 April 2013
Siang, via 817.
CS Youngky.

- CS menginformasikan bahwa ketiga opsi yg saya ajukan (kembalikan min-comm semula/cancel proses penggantian nama/rubah ke prabayar) tidak ada yg bisa dilakukan.
+ Saya kehilangan kesabaran dan minta ditutup saja nomornya, tapi itupun harus menunggu sampai bulan berjalan selesai. Padahal bulan baru saja mulai dan telepon belum terpakai. 

Kronologis tanggal dan waktu yg berikutnya saya tidak ingat detil, berikut kurang lebihnya:

***
2 April, 
Pagi, via 817 (CS Tiara kalau tidak salah).
+ Saya menelpon 817, menjelaskan kronologisnya bahwa saya tidak terima perubahan min-comm karena tidak pernah diinformasikan dan kembali mengancam akan menulis di media.
- CS kembali menjanjikan akan konfirmasi lagi dalam 2x24 jam.
+ Saya menuntut diberi info dalam hari itu juga.
- CS menyanggupi.
- Sore CS memberi kabar bahwa min-comm bisa dirubah tetapi saya harus ke Centre.

Terus terang saya ingin cepat menyelesaikan ini sebelum tanggal keburu berjalan, telepon terpakai, dan billing berlaku karena billing melalui kartu kredit jadi XL bisa seenaknya memotong. Tetapi tidak mudah buat saya untuk setiap kali buru-buru ke kantor XL di hari dan jam kerja karena saya ibu rumah tangga yang tidak bisa mobile dengan mudah.

***
Baru esok atau lusanya kalau tidak salah saya sempat ke Centre Rajawali.
CS Putri.

+ Saya ceritakan kronologisnya dan info terakhir bahwa CS 817 mengatakan bahwa saya bisa mengurus perubahan min-comm melalui centre.
- CS mengatakan min-comm tidak bisa dirubah dan menyatakan bahwa bila CS 817 menginfokan demikian makan CS 817 yg harus bertanggung jawab menanggung perubahan tersebut.
+ Saya tidak mau tahu urusan internal. Tapi saya menekankan bahwa bila memang ada yg harus bertanggung jawab, maka itu adalah CS X di Semanggi yang sejak awal tidak memberikan info yg jelas. Saya kembali memberi 3 opsi, cancel pergantian nama, kembalikan seperti semula/rubah min-comm seperti semula/tutup saja nomornya.
- CS Putri menanyakan kenapa kok nggak dirubah ke prabayar saja ketimbang repot ganti nama?
+ Saya katakan CS X juga TIDAK PERNAH MENAWARKAN OPSI TERSEBUT. Kembali saya tekankan bahwa masalah menjadi rumit karena SAYA TIDAK DIINFO TENTANG PERUBAHAN MIN-COMM.
- CS mengecek detail data nomor saya dan menginformasikan bahwa nominal LIMIT DAN FIXnya TIDAK BERUBAH. HALOOOOO, jadi CS X kerjanya apaa yaa???
- Saya sekaligus mengkonfirmasi nilai nominal min-comm yg benar.
- CS menyatakan nilai minimal min-comm  yg berlaku/sesuai policy saat ini adalah 50rb, tetapi bisa lebih bila customer menghendaki. Sebelumnya nilai minimal memang 25rb, sesuai min-comm kartu pascabayar saya sebelum prosedur ganti nama. 
- CS mengkonfirmasikan komplain saya ke supervisor/billing (?) di ruangan lain.
- CS kembali dan menginfo bahwa min-comm bisa dirubah kembali ke 25rb+10%, dengan catatan bila next time saya merubah nama lagi atau bila nomor sampai hangus maka kelak min-comm akan mengikuti yg berlaku saat itu.
+ Saya setuju dan menanyakan bagaimana dengan 50rb yg sudah digesek ke kartu kredit saya?
- CS menginfo bahwa yg sudah digesek via kartu kredit tersebut akan berlaku sebagai deposit dan digunakan untuk 2 bulan.

Alhamdulilah masalah selesai.

Ternyata TIDAK.

***
7 Mei
via email.

Billing datang dengan detail antara lain:

Tanggal Penagihan 30 Apr 2013
Periode Penagihan 01/04/2013 s/d 30/04/2013
Deposit Rp. 0,00 [bukankah kartu kredit saya sudah digesek 50rb yg katanya jd deposit 2 bulan karena min-comm dirubah kembali jd 25rb+10%?]

Tagihan Sebelumnya Rp. (50.000,52) [tagihan apa? bukannya tagihan bulan sebelumnya sudah dibayar cash sebagai syarat prosedur penggantian nama?]
Sisa Tagihan Rp. (50.000,52)
Lain-Lain
Minimum Commitment Rp. 39.440,00 [bukankah min-comm (sekarang) minimal 50rb dan (dulu) 25rb? Jadi ini nominal apa kok nilainya tidak bulat dan tidak jelas detil darimananya?]

Pemakaian
Domestik Rp. 5.060,00
SMS Domestik Rp. 2.500,00
GPRS Rp. 3.000,00 [ok berarti total pemakaian Rp. 10.560,00]

TOTAL Rp. 50.000,00 [lha terus ini total apaan?]
PPN 10.00% Rp. 5.000,00
Total Tagihan Bulan Ini Rp. 55.000,00
Sisa Tagihan Sebelumnya Rp. (50.000,52)  [tagihan apa? bukannya tagihan bulan sebelumnya sudah dibayar cash sebagai syarat prosedur penggantian nama?]
Jumlah tagihan yang harus dibayar Rp. 4.999,48

Segera setelah membaca billing saya telpon 817 dan CS sama sekali tidak bisa menjelaskan poin-poin yang saya komen dalam kurung dan bold diatas.

Bagi saya sudah banyak poin-poin yang MENUNJUKKAN BAHWA XL PASCABAYAR DENGAN SENGAJA MEMPERSULIT proses/prosedur demi MENDAPATKAN KEUNTUNGAN dari KETIDAKTAHUAN CUSTOMER.

***
8 Mei.
via SMS.

Pemberitahuan tagihan 5.000 via kartu kredit telah terbayar. 
[26 Mei 01:00 telah saya konfirmasi ulang ke Mandiri 14000 bahwa tagihan XL ke kartu kredit saya tertanggal 8 Mei memang Rp 5000, bukan Rp 4.999,48 sesuai yg tertera di billing XLMengambil Rp 0.52 per customer dengan jutaan customer XL Pascabayar, hmm...berapa keuntungan siluman XL dari manipulasi billing seperti ini?].

***
11 Mei.
Centre Semanggi
CS Rizky (kalau tidak salah).

Kebetulan suami perlu kartu baru untuk tablet kantor. Sekalian saya menanyakan tentang billing yang aneh tersebut.
- CS Rizky mendiskusikan billing saya dengan tim billing di Centre Semanggi dan mengkonfirmasi bahwa nominal-nominal yg tersebut dalam billing saya memang tidak jelas dan TIDAK ADA min-comm dengan nilai seperti itu (nilai harusnya bulat dan minimum saat ini adalah 50rb [sesuai dengan info CS Y via 817 tgl 30 Maret dan CS Putri])
- CS menjanjikan memasukkan laporan atas komplain saya tetapi baru akan bisa difollow up Senin berikutnya karena harus konfirmasi dengan pihak Centre Rajawali yang mengklaim telah merubah min-comm kartu saya dan akan dikabari lebih lanjut.
- Saya mengatakan bila sempat akan ke Rajawali juga.

***
4/5 Juni.
Centre Rajawali.
CS Lamhot (kalau tidak salah).

Setelah mengulang penjelasan dari awal (sumpah saya udah bosen) dan menunggu lama CS berdiskusi dengan supervisornya, akhirnya saya mendapat kejelasan bahwa:
- Karena kesalahan ada di pihak XL, maka minimum commitment akan dikembalikan ke 25rb terhitung mulai tagihan Juni.
- Kelebihan pembayaran sebelumnya, akan digunakan untuk membayar tagihan Juli.


***

9 Juni
Billing by email
Pemakaian 01/05/2013 s/d 31/05/2013

Tertera Rp. 27.499,48

Baiklah saya lega masalah selesai.

***

9 Juli
Billing by email

Yak ternyata BELUM SODARA!

Pemakaian 01/06/2013 s/d 30/06/2013

Tertera Rp. 54.999,48.

Jadi bukannya billing saya bulan ini 0 karena sudah terbayar di tagihan pertama, yang ada malah minimum commitment saya balik lagi ke nilai yang SALAH DAN MENJADI SUMBER MASALAH DARI AWAL.

***
Beberapa hari yang lalu saya sudah menelepon CS 817 untuk menanyakan hal ini, dan tidak ada follow up.
Hari ini (18 Juli 2013) saya kembali menelepon 817 dengan CS Nur dan mendapat jawaban bahwa minimum commitment tidak bisa dirubah ke 25rb karena saya melakukan pergantian nama.

WTH! Ini apa-apaan sih kok mengulang lagi dari awal komplainnya??? 

Bukannya saya sudah mendapat konfirmasi bahwa BISA DIRUBAH dan SUDAH DIRUBAH di billing Juni?

Jelas sudah bahwa XL memang keukeuh mau MENGAMBIL KEUNTUNGAN YANG TIDAK PADA TEMPATNYA dari para nasabahnya.

Sesuai janji saya sejak awal, saya menulis kronologis masalah ini di media untuk menjadi informasi dan kewaspadaan customer XL Pascabayar lain. Ternyata menjadi customer yang loyal, 5 tahun, tidak berarti apa-apa bagi XL dan tidak menjadikan keluhan saya direspon dan diproses dengan efektif dan memuaskan. Sungguh TIDAK ADA KEUNTUNGAN sama sekali menjadi customer XL Pascabayar selain:
- kerepotan-kerepotan yang tidak perlu, 
- CS tidak perlu memberi penjelasan lengkap supaya customer "tertipu", 
- diMANIPULASI BILLINGnya supaya customer membayar lebih mahal, dan 
- pengajuan Pascabayar XL dengan kartu kredit supaya XL mudah MENGAMBIL SELISIH (eng..atau mencuri?) dari tagihan yang tidak bulat angkanya. 

Hampir EMPAT BULAN masalah berlarut-larut hanya tentang tuntutan pengembalian nominal min-comm ke nilai semula yang diubah sepihak (karena tidak diinfo terlebih dahulu) oleh XL Pascabayar. Apakah billing XLPascabayar didesain sedemikian rupa sehingga sampai tidak bisa mengubah kembali min-comm ke nilai sebelumnya tetapi malah bisa membulatkan nilai tagihan-tagihan ke atas supaya bisa mengambil keuntungan atas selisih nilai tagihan dan tertagih?


Terima kasih XL Pascabayar.

Monday, April 11, 2011

Smart Patient

Rating:
Category:Books
Genre: Health, Mind & Body
Author:dr. Agnes Tri Harjaningrum
http://agnes.ismailfahmi.org/books/smart-patient.php#book

Malik tergolek lemas. Matanya sayu. Bibirnya pecah-pecah. Wajahnya kian tirus. Di mataku ia berubah seperti anak dua tahun kurang gizi. Biasanya aku selalu mendengar celoteh dan tawanya di pagi hari. Kini tersenyum pun ia tak mau. Sesekali ia muntah. Dan setiap melihatnya muntah, hatiku tergores-gores rasanya. Lambungnya diperas habis-habisan seumpama ampas kelapa yang tak lagi bisa mengeluarkan santan. Pedih sekali melihatnya terkaing-kaing seperti itu.

Waktu itu, belum sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak juga ada perbaikan aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dokter Knol namanya.

"Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly this is a viral infection." kata dokter tua itu.

"Ha? Just wait and see? Apa dia nggak liat anakku dying begitu?" batinku meradang. Ya…ya…aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi masak sih nggak diapa-apain. Dikasih obat juga enggak! Huh! Dokter Belanda memang keterlaluan! Aku betul-betul menahan kesal.

"Obat penurun panas Dok?" tanyaku lagi.

"Actually that is not necessary if the fever below 40 C."

Waks! Nggak perlu dikasih obat panas? Kalau anakku kenapa-kenapa memangnya dia mau nanggung? Kesalku kian membuncah.

Tapi aku tak ingin ngeyel soal obat penurun panas. Sebetulnya di rumah aku sudah memberi Malik obat penurun panas, tapi aku ingin dokter itu memberi obat jenis lain. Sudah lama kudengar bahwa dokter disini pelit obat. Karena itu aku membawa setumpuk obat-obatan dari Indonesia, termasuk obat penurun panas.

Dua hari kemudian, demam Malik tak kunjung turun dan frekuensi muntahnya juga bertambah. Aku segera kembali ke dokter. Tapi si dokter tetap menyuruhku wait and see. Pemeriksaan laboratorium baru akan dilakukan bila panas anakku menetap hingga hari ke tujuh.

"Anakku ini suka muntah-muntah juga Dok," kataku.

Lalu si dokter menekan-nekan perut anakku. "Apakah dia sudah minum suatu obat?"

Aku mengangguk. "Ibuprofen syrup Dok," jawabku.

Eh tak tahunya mendengar jawabanku, si dokter malah ngomel-ngomel,"Kenapa kamu kasih syrup Ibuprofen? Pantas saja dia muntah-muntah. Ibuprofen itu sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak, karena efeknya bisa mengiritasi lambung. Untuk anak-anak lebih baik beri paracetamol saja."

Huuh! Walaupun dokter itu mengomel sambil tersenyum ramah, tapi aku betul-betul jengkel dibuatnya. Jelek-jelek begini gue lulusan fakultas kedokteran tau! Nah kalau buat anak nggak baik kenapa di Indonesia obat itu bertebaran! Batinku meradang.

Untungnya aku masih bisa menahan diri. Tapi setibanya dirumah, suamiku langsung menjadi korban kekesalanku."Lha wong di Indonesia, dosenku aja ngasih obat penurun panas nggak pake diukur suhunya je. Mau 37 keq, 38 apa 39 derajat keq, tiap ke dokter dan bilang anakku sakit panas, penurun panas ya pasti dikasih. Sirup ibuprofen juga dikasih koq ke anak yang panas, bukan cuma parasetamol. Masa dia bilang ibuprofen nggak baik buat anak!" Seperti rentetan peluru, kicauanku bertubi-tubi keluar dari mulutku.

"Mana Malik nggak dikasih apa-apa pulak, cuma suruh minum parasetamol doang, itu pun kalau suhunya diatas 40 derajat C! Duuh memang keterlaluan Yah dokter Belanda itu!"

Suamiku menimpali, "Lho, kalau Mama punya alasan, kenapa tadi nggak bilang ke dokternya?"

Aku menarik napas panjang. "Hmm…tadi aku sudah kadung bete sama si dokter, rasanya ingin buru-buru pulang saja. Tapi…alasannya apa ya?"

Mendadak aku kebingungan. Aku akui, sewaktu praktek menjadi dokter dulu, aku lebih banyak mencontek apa yang dilakukan senior. Tiga bulan menjadi co-asisten di bagian anak memang membuatku kelimpungan dan belajar banyak hal, tapi hanya secuil-secuil ilmu yang kudapat. Persis seperti orang yang katanya travelling keliling Eropa dalam dua minggu. Menclok sebentar di Paris, lalu dua hari pergi ke Roma. Dua hari di Amsterdam, kemudian tiga hari mengunjungi Vienna. Puas beberapa hari berdiam di Berlin dan Swiss, kemudian waktu habis. Tibalah saatnya pulang lagi ke Indonesia. Tampaknya orang itu sudah keliling Eropa, padahal ia hanya mengunjungi ibukota utama saja. Masih banyak sekali negara dan kota-kota di Eropa yang belum disambanginya. Dan itu lah yang terjadi pada kami, pemuda-pemudi fresh graduate from the oven Fakultas Kedokteran. Malah kadang-kadang apa yang sudah kami pelajari dulu, kasusnya tak pernah kami jumpai dalam praktek sehari-hari. Berharap bisa memberikan resep cespleng seperti dokter-dokter senior, akhirnya kami pun sering mengintip resep ajian senior!

Setelah Malik sembuh, beberapa minggu kemudian, Lala, putri pertamaku ikut-ikutan sakit. Suara Srat..srut..srat srut dari hidungnya bersahut-sahutan. Sesekali wajahnya memerah gelap dan bola matanya seperti mau copot saat batuknya menggila. Kadang hingga bermenit-menit batuknya tak berhenti. Sesak rasanya dadaku setiap kali mendengarnya batuk. Suara uhuk-uhuk itu baru reda jika ia memuntahkan semua isi perut dan kerongkongannya. Duuh Gustiiii…kenapa tidak Kau pindahkan saja rasa sakitnya padaku Nyerii rasanya hatiku melihat rautnya yang seperti itu. Kuberikan obat batuk yang kubawa dari Indonesia pada putriku. Tapi batuknya tak kunjung hilang dan ingusnya masih meler saja. Lima hari kemudian, Lala pun segera kubawa ke huisart. Dan lagi-lagi dokter itu mengecewakan aku.

"Just drink a lot," katanya ringan.

Aduuuh Dook! Tapi anakku tuh matanya sampai kayak mata sapi melotot kalau batuk, batinku kesal.

"Apa nggak perlu dikasih antibiotik Dok?" tanyaku tak puas.

"This is mostly a viral infection, no need for an antibiotik," jawabnya lagi.

Ggrh…gregetan deh rasanya. Lalu ngapain dong aku ke dokter, kalo tiap ke dokter pulang nggak pernah dikasih obat. Paling enggak kasih vitamin keq! omelku dalam hati.

"Lalu Dok, buat batuknya gimana Dok? Batuknya tuh betul-betul terus-terusan," kataku ngeyel.

Dengan santai si dokter pun menjawab,"Ya udah beli aja obat batuk Thyme syrop. Di toko obat juga banyak koq."

Hmm…lumayan lah… kali ini aku pulang dari dokter bisa membawa obat, walau itu pun harus dengan perjuangan ngeyel setengah mati dan walau ternyata isi obat Thyme itu hanya berisi ekstrak daun thyme dan madu.

"Kenapa sih negara ini, katanya negara maju, tapi koq dokternya kayak begini." Aku masih saja sering mengomel soal huisart kami kepada suamiku. Saat itu aku memang belum memiliki waktu untuk berintim-intim dengan internet. Jadi yang ada di kepalaku, cara berobat yang betul adalah seperti di Indonesia. Di Indonesia, anak-anakku punya langganan beberapa dokter spesialis anak. Dokter-dokter ini pernah menjadi dosenku ketika aku kuliah. Maklum, walaupun aku lulusan fakultas kedokteran, tapi aku malah tidak pede mengobati anakanakku sendiri. Dan walaupun anak-anakku hanya menderita penyakit sehari-hari yang umum terjadi pada anak seperti demam, batuk pilek, mencret, aku tetap membawa mereka ke dokter anak. Meski baru sehari, dua atau tiga hari mereka sakit, buru-buru mereka kubawa ke dokter. Tak pernah aku pulang tanpa obat. Dan tentu saja obat dewa itu, sang antibiotik, selalu ada dalam kantong plastik obatku.

Tak lama berselang putriku memang sembuh. Tapi sebulan kemudian ia sakit lagi. Batuk pilek putriku kali ini termasuk ringan, tapi hampir dua bulan sekali ia sakit. Dua bulan sekali memang lebih mendingan karena di Indonesia dulu, hampir tiap dua minggu ia sakit. Karena khawatir ada yang tak beres, lagi-lagi aku membawanya ke huisart.

"Dok anak ini koq sakit batuk pilek melulu ya, kenapa ya Dok."

Setelah mendengarkan dada putriku dengan stetoskop, melihat tonsilnya, dan lubang hidungnya,huisart-ku menjawab,"Nothing to worry. Just a viral infection."

Aduuuh Doook… apa nggak ada kata-kata lain selain viral infection seh! Lagilagi aku sebal.

"Tapi Dok, dia sering banget sakit, hampir tiap sebulan atau dua bulan Dok," aku ngeyel seperti biasa.

Dokter tua yang sebetulnya baik dan ramah itu tersenyum. "Do you know how many times normally children get sick every year?"

Aku terdiam. Tak tahu harus menjawab apa. "enam kali," jawabku asal.

"Twelve time in a year, researcher said," katanya sambil tersenyum lebar. "Sebetulnya kamu tak perlu ke dokter kalau penyakit anakmu tak terlalu berat," sambungnya.

Glek! Aku cuma bisa menelan ludah. Dijawab dengan data-data ilmiah seperti itu, kali ini aku pulang ke rumah dengan perasaan malu. Hmm…apa aku yang salah? Dimana salahnya? Ah sudahlah…barangkali si dokter benar, barangkali memang aku yang selama ini kurang belajar.

Setelah aku bisa beradaptasi dengan kehidupan di negara Belanda, aku mulai berinteraksi dengan internet. Suatu saat aku menemukan artikel milik Prof. Iwan Darmansjah, seorang ahli obat-obatan dari Fakultas Kedokteran UI. Bunyinya begini: "Batuk - pilek beserta demam yang terjadi sekali-kali dalam 6 - 12 bulan sebenarnya masih dinilai wajar. Tetapi observasi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter bisa terjadi setiap 2 - 3 minggu selama bertahun-tahun." Wah persis seperti yang dikatakan huisartku, batinku. Dan betul anak-anakku memang sering sekali sakit sewaktu di Indonesia dulu.

"Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya," Lanjut artikel itu. "Pertama, pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan perlu berobat lagi.

Lingkaran setan ini: sakit –> antibiotik-> imunitas menurun -> sakit lagi, akan membuat si anak diganggu panas-batuk-pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun."

Hwaaaa! Rupanya ini lah yang selama ini terjadi pada anakku. Duuh…duuh..kemana saja aku selama ini sehingga tak menyadari kesalahan yang kubuat sendiri pada anak-anakku. Eh..sebetulnya..bukan salahku dong. Aku kan sudah membawa mereka ke dokter
spesialis anak. Sekali lagi, mereka itu dosenku lho! Masa sih aku tak percaya kepada mereka. Dan rupanya, setelah di Belanda 'dipaksa' tak lagi pernah mendapat antibiotik untuk penyakit khas anak-anak sehari-hari, sekarang kondisi anak-anakku jauh lebih baik. Disini, mereka jadi jarang sakit, hanya diawal-awal kedatangan saja mereka sakit.

Kemudian, aku membaca lagi artikel-artikel lain milik prof Iwan Darmansjah. Dan di suatu titik, aku tercenung mengingat kata-kata 'pengobatan rasional'. Lho…bukankah dulu aku juga pernah mendapatkan kuliah tentang apa itu pengobatan rasional. Hey! Lalu kemana perginya ingatan itu? Jadi, apa yang selama ini kulakukan, tidak meneliti baik-baik obat yang kuberikan pada anak-anakku, sedikit-sedikit memberi obat penurun panas, sedikit-sedikit memberi antibiotik, baru sehari atau dua hari anak mengalami sakit ringan seperti, batuk, pilek, demam, mencret, aku sudah panik dan segera membawa anak ke dokter, serta sedikit-sedikit memberi vitamin. Rupanya adalah tindakan yang sama sekali tidak rasional! Hmm... kalau begitu, sistem kesehatan di Belanda adalah sebuah contoh sistem yang menerapkan betul apa itu pengobatan rasional.

Belakangan aku pun baru mengetahui bahwa ibuprofen memang lebih efektif menurunkan demam pada anak, sehingga di banyak negara termasuk Amerika Serikat, ibuprofen dipakai secara luas untuk anakanak. Tetapi karena resiko efek sampingnya lebih besar, Belgia dan Belanda menetapkan kebijakan lain. Walaupun obat ibuprofen juga tersedia di apotek dan boleh digunakan untuk usia anak diatas 6 bulan, namun di kedua negara ini, parasetamol tetap dinyatakan sebagai obat pilihan pertama pada anak yang mengalami demam. "Duh, untung ya Yah aku nggak bilang ke huisart kita kalo aku ini di Indonesia adalah seorang dokter. Kalo iya malu-maluin banget nggak sih, ketauan begonya hehe," kataku pada suamiku.

Jadi, bagaimana dengan para orangtua di Indonesia? Aku tak ingin berbicara terlalu jauh soal mereka-mereka yang tinggal di desa atau orang-orang yang terpinggirkan, ceritanya bisa lain. Karena kekurangan dan ketidakmampuan, untuk kasus penyakit anak sehari-hari, orang-orang desa itu malah relatif 'terlindungi' dari paparan obat-obatan yang tak perlu. Sementara kita yang tinggal di kota besar, yang cukup berduit, sudah melek sekolah, internet dan pengetahuan, malah kebanyakan selalu dokter-minded dan gampang dijadikan sasaran oleh perusahaan obat dan media. Batuk pilek sedikit ke dokter, demam sedikit ke dokter, mencret sedikit ke dokter. Kalau pergi ke dokter lalu tak diberi obat, biasanya kita malah ngomel-ngomel, 'memaksa' agar si dokter memberikan obat. Iklan-iklan obat pun bertebaran di media, bahkan tak jarang dokter-dokter 'menjual' obat tertentu melalui media. Padahal mestinya dokter dilarang mengiklankan suatu produk obat.

Dan bagaimana pula dengan teman-teman sejawatku dan dosen-dosenku yang kerap memberikan antibiotik dan obat-obatan yang tidak perlu pada pasien batuk, pilek, demam, mencret? Malah aku sendiri dulu pun melakukannya karena nyontek senior. Apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya? Tentu saja tidak. Biaya pengobatan membengkak, anak malah gampang sakit dan
terpapar obat yang tak perlu. Belum lagi bahaya besar jelas mengancam seluruh umat manusia: superbug, resitensi antibiotik! Tapi mengapa semua itu terjadi?

Duuh Tuhan, aku tahu sesungguhnya Engkau tak menyukai sesuatu yang sia-sia dan tak ada manfaatnya. Namun selama ini aku telah alpa. Sebagai orangtua, bahkan aku sendiri yang mengaku lulusan fakultas kedokteran ini, telah terlena dan tak menyadari semuanya. Aku tak akan eling kalau aku tidak menyaksikan sendiri dan tidak tinggal di negeri kompeni ini. Apalagi dengan masyarakat awam, para orangtua baru yang memiliki anak-anak kecil itu. Jadi bagaimana mengurai keruwetan ini seharusnya? Uh! Memikirkannya aku seperti terperosok ke lubang raksasa hitam. Aku tak tahu, sungguh!

Tapi yang pasti kini aku sadar…telah terjadi kesalahan paradigma pada kebanyakan kita di Indonesia dalam menghadapi anak sakit. Disini aku sering pulang dari dokter tanpa membawa obat. Aku ke dokter biasanya 'hanya' untuk konsultasi, memastikan diagnosa penyakit anakku dan penanganan terbaiknya, serta meyakinkan diriku bahwa anakku baik-baik saja. Tapi di Indonesia, bukankah paradigma yang masih kerap dipegang adalah ke dokter = dapat obat? Sehingga tak jarang dokter malah tidak bisa bertindak rasional karena tuntutan pasien. Aku juga sadar sistem kesehatan di Indonesia memang masih ruwet. Kebijakan obat nasional belum berpihak pada rakyat. Perusahaan obat bebas beraksi‘ tanpa ada peraturan dan hukum yang tegas dari pemerintah. Dokter pun bebas meresepkan obat apa saja tanpa ngeri mendapat sangsi. Intinya, sistem kesehatan yang ada di Indonesia saat ini membuat dokter menjadi sulit untuk bersikap rasional.

Lalu dimana ujung pangkal salahnya? Ah rasanya percuma mencari-cari ujung pangkal salahnya. Menunjuk siapa yang salah pun tak ada gunanya. Tapi kondisi tersebut jelas tak bisa dibiarkan. Siapa yang harus memulai perubahan? Pemerintah, dokter, petugas kesehatan, perusahaan obat, tentu semua harus berubah. Namun, dalam kondisi seperti ini, mengharapkan perubahan kebijakan pemerintah dalam waktu dekat sungguh seperti pungguk merindukan bulan. Yang pasti, sebagai pasien kita pun tak bisa tinggal diam. Siapa bilang pasien tak punya kekuatan untuk merubah sistem kesehatan? Setidaknya, bila pasien 'bergerak', masalah kesehatan di Indonesia, utamanya kejadian pemakaian obat yang tidak rasional dan kesalahan medis tentu bisa diturunkan.

Tuesday, October 27, 2009

Weton Kami

WETON

Senin - (4)
Selasa - (3)
Rabo - (7)
Kamis - (8)
Jum’at - (6)
Sabtu - (9)
Minggu - (5)

Legi - (5)
Paing - (9)
Pon - (7)
Wage - (4)
Kliwon - (8)

AYAH
15, jumat pahing (6+9)

Jumat Pahing

    Pada dasarnya, anda adalah pembicara yang menyenangkan dengan cita-cita tinggi dan hati yang jujur. Apalah artinya jika anda bersikap sedikit boros! Anda bakal memperoleh banyak poin dari mereka yang ingin melihat anda berhasil -- bahkan jika anda tidak selalu memanjakan mereka. Anda kelihatan begitu mudah dimanfaatkan sehingga orang tidak akan menyangka bahwa anda akan mampu bersikap gigih (baca: keras kepala?) atau menduga betapa ganasnya anda bila sedang mengalami hari yang menjengkelkan!

MAMA

16, Rabu Pahing (7+9)

Rabu Pahing

    Orang-orang ini suka mempertimbangkan segala sesuatu sebelum melakukan suatu tindakan. Mereka akan merenungkan segala kemungkinan hingga puas terhadap hasil yang dapat dicapai. Kelompok ini mungkin terlihat cukup santai, tetapi jangan terkecoh! Mungkin dikarenakan sedikit rasa kurang percaya diri yang membuat mereka bersikap angkuh. Namun, tidak dapat dipungkiri banyak peramal Jawa juga mengatakan bahwa mereka memang tidak suka berbagi dengan yang lain. Kewaspadaan mereka mungkin terlihat berlebihan saat rasa curiga mereka timbul. Orang-orang ini sangat perlu belajar untuk bersikap lebih santai dan menurunkan pertahanan mereka. Untungnya mereka memiliki prinsip untuk tidak mencampuri urusan orang lain.

Darris

minggu pon, 12 (5+7)

Minggu Pon

    Anda termasuk tipe yang sensitif. Mungkin karena takut disakiti, anda selalu melindungi perasaan anda. Hati dan pikiran anda mungkin cukup dalam, tetapi terkadang orang lain menganggap anda tertutup. Barangkali anda telah mengembangkan penilaian yang tajam terhadap baik-buruknya watak manusia. Dengan bakat ini, anda dapat menjadi seorang diplomat yang piawai -- atau malahan seorang manipulator yang licik! Yang jelas, anda selalu berusaha terlihat baik didepan teman-teman anda. Walaupun anda mungkin saja mengambil cara yang tidak langsung atau menunggu saat yang tepat, tetapi lama-lama anda pasti merebut kesempatan untuk memamerkan kelebihan anda, entah dari segi material ataupun intelektual.

Dellynn

Sabtu Kliwon, 17 (9+8)

30. Sabtu Kliwon

    Justru orang seperti ini yang anda perlukan di pesta anda berikutnya, karena mereka begitu ramah, sopan, dan mudah terkesan, sehingga mereka dengan mudah membuat orang lain merasa betah di rumah anda. Mereka juga pintar mengucapkan kata-kata yang menyenangkan. Bahkan, mereka yang terlahir pada hari Sabtu Kliwon termasuk salah satu kalangan yang memiliki bakat alamiah dalam berbicara dan menulis jika mereka memilihnya sebagai pekerjaan. Mereka cenderung memperlakukan semua orang dengan baik, bahkan musuh mereka sendiri! Mereka tidak dikenal sebagai orang tegar yang berpegang pada pendiriannya. Akan sangat berguna jika mereka mau mengembangkan sedikit keberanian dan ketegasan, karena kelompok ini cenderung sangat mudah menyerah pada rintangan pertama. Mereka biasanya memperhitungkan dengan cermat segala tindakan yang akan mereka ambil. Dengan demikian muncullah pertanyaan: mengapa mereka sangat mudah terkecoh oleh penampilan seseorang atau sesuatu? Mereka adalah pelanggan impian para pedagang.


Devante

Sabtu Pon, 16 (9+7)

23. Sabtu Pon

    Anda memiliki ego yang besar dan selalu ingin menjadi penguasa di dalam lingkungan anda. Meskipun demikian, anda bukanlah tipe orang yang sulit: bila seseorang mengecewakan anda, anda akan memaafkan dan melupakannya dengan cukup mudah -- asalkan mereka mengakui kesalahannya dan memohon maaf di kaki anda! Anda suka membayangkan diri sebagai orang yang kaya dan terkenal. Hal ini tidak berarti secara otomatis anda materialistis. Namun, jika para peramal Jawa dapat dipercaya, anda memang menikmati suasana yang mewah dan tidak sungkan memperlihatkan kelebihan anda dalam hal materi. Mungkin hal ini berhubungan dengan masa kecil yang kurang bahagia dari segi emosional atau ekonomi. Semoga saja anda tidak terlalu pelit untuk membagi keberuntungan dengan teman-teman anda. Ingatlah bahwa mereka yang banyak memberi akan banyak menerima pula!



Dendra

Rabu Wage, 11 (7 + 4)

34. Rabu Wage

Secara umum, mereka yang lahir pada hari Rabu Wage bersifat baik hati dan ramah. Meskipun terkadang kata-kata mereka agak keras, mereka biasanya mudah bergaul dengan orang lain serta menjunjung tinggi kejujuran dan niat baik. Mereka suka menimbang pilihan mereka dengan cermat sebelum melaksanakannya, dan dalam hal ini mereka memiliki cukup banyak kebijaksanaan. Bisa saja mereka suka menikmati barang-barang dan pelayanan yang mewah, tetapi mereka bukan tipe pemboros. Mereka sangat menghargai uang mereka, dan terkadang beberapa dari mereka dapat bersikap sangat irit.



sumber:
http://www.indospiritual.com/index.php?p=59
http://riboel.multiply.com/journal/item/4



Friday, October 9, 2009

Mini Tote Bag Organizer


Sempet disebut-sebut di posting yang ini, sekarang gue mau bahas khusus si Mini Tote Bag Organizer ini.

courtesy of Jeng Opi van pernakpanik

Keterangan dari Jeng Opi:
- Bentuknya sama kayak Siggy, cuma ngga ada bordiran dan tanpa dust bag
- Ukuran besar: 28 cm X 20 cm X 8cm
- Fully padded (semua dilapisi busa)
- Zippered Pocket on the back

Lho, dulu katanya Siggy Bag? Ho oh, yep, emang. Siggy karena pake signature 'Bencong FD' atau 'MP Addict', istilah yang umum dipake di forum Fashionesedaily (FD). Tapi sekarang karena dipasarkan di luar FD, maka produk yang belakangan gak pake signature. Namanya pun jadi Mini Tote Bag Organizer. Oiyah, bahannya si Mini Tote ngga waterproof, sementara Siggy Bag waterproof. Bahan ngga terlalu signifikan kayaknya yah? Apa mau dipake brenang? :D

Sesuai namanya, gunanya yaaa...bikin tas lebih terorganisir :D
Gue sampe ga pernah beli tas yang blong gitu gara-gara ga tahan semua barang campur aduk jadi satu di dasar tas. Tapi sekarang udah ada Mini Tote Bag Organizer doongg...bukan masalah lagi doongg...

Seberapa banyak barang yang bisa di-organize sama tas kecil ini? Berikut hasil abuse-an gue :))


detilnya (nyontek posting sebelumnya):
- tisu basah 2 pak, tisu kering 2 pak
- lipetan kantong kresek,
- 2 diaper biasa, 1 diaper pants,
- 1 stel (atas bawah) baju cadangan Devan,
- sewadah kapas basah buat cebok,
- toiletries (BBW Pocket Bac 90ml, BBW Splash Dancing Waters 60ml, talk mini, minyak telon 30ml, baby cream 50ml),
- printilan lain (kasa alkohol sachet, karet, recehan, cottonbud, korek api *ngga gw ngga ngerokok, demikian pula bapaknya krucil* - jangan tanya buat apaan printilan ini, anggep aja p3K :D)

Di sisi kiri (ato kanan, terserah ngeliatnya dari mana :D), ada kaitan buat nyangkutin kunci (bisa kunci rumah ato kendaraan), supaya ngga ribet kudu ubek-ubek seisi tas sekedar buat nyari kunci yang kelelep. Sisi satunya sebenernya gue udah rikues untuk dikasi kaitan juga, tapi rupanya blue printnya tidak begitu *lirik juragan bagO*. Maka akhirnyalah gue sangkutin sendiri kuncian dustbagnya *astaga, kesian benneerr*, biar ada! Wahahaha...


Kaitan yang ini gue pake nyangkutin tali panjang tempat nyangkutnya hape :D
Kenapa? Supaya hape tersebut tidak kelelep juga sebagaimana kunci-kunci tadi ceritanya. Tinggal tarik talinya, kepancing dah hapenya :))
Kenapa gak diselipin ke pocket Mini Tote seperti seharusnya? Yaelah, kaga liat luh udah segitu isinya? :P

Salah satu sisi luar Mini Tote ini, ada pocket yang pake ritsleting. Keliatan kan dari gambar Mini Tote biru diatas? Bisa buat hape, small change, ato apa aja deh yang sekiranya perlu diamanin lebih ketat :D

So, that's how I change my bag, into Diaper Bag...
*yah well, selain karena kikir males beli diaper bag beneran yang harganya juta-juta itu cencunyah hihihihi...*

Sunday, September 6, 2009

[Ciciero] Diaper Bag: Ashley vs Nanda

Ini gue bikin perbandingan Ashley Gold (non LE) dengan Nanda Grey, digunakan sebagai diaper bag. Supaya lebih rapi, gue pake Siggy Bag Organizer - Bencong FD (...enngg...) dari Jeng Opi.

Pertama...ini gambar perbandingan keduanya dijajarin.

keramik ukuran 30x30cm

....dan ini dalemnya.

Kiri, hmm ...susah yah menggambarkan 'kedalaman' ?
Ini gue masukin diaper pull up pants, ama sebungkus tisu buat perbandingan. Semoga bikin rada jelasan. Yang pasti sih, dari openingnya legaan Ashley yah, karena modelnya yang blong gituh. Sementara Nanda modelnya sekat-sekat memanjang, IMO lebih cocok untuk organize documents, books, printed materials, dan bahkan laptop sampe kira-kira ukuran 13an inch (barang-barang yang dimensinya tertentu dan seragam), ketimbang perkakas bocah yang bervariasi model, bentuk, dan ukurannya.

Kanan, itu perbandingan ekstrim, gue masukin Nanda dalam posisi miring ke dalam Ashley.

Berikutnya, contoh apa saja bawaan gue :D
Eh, bukan contoh deng...ya emang begini bawaan gue sehari-harinya. Maklum ya booo.. 3 anak umur 4.5th, 3th, dan 5bln ajah getoh.


Kiri: flanel 100x100cm, changing mat, bedak, lipstik, empeng, bolpoin, pisau lipat, dompet emak (iya! gue masi pake milk teddy...)
Tengah: topi bayi, jumper panjang uk. 9-12mo, setelan ganti Darris, setelan ganti Dellynn.
Kanan, Siggy Bag: tisu basah 2 pak, tisu 2 pak, lipetan kantong kresek, 2 diaper biasa, 1 diaper pants, 1 stel (atas bawah) baju cadangan Devan, sewadah kapas basah buat cebok, toiletries (BBW Pocket Bac 90ml, BBW Splash Dancing Waters 60ml, talk mini, minyak telon 30ml, baby cream 50ml, printilan lain.

Terakhir, dalam keadaan semua barang diatas masuk kecuali dompet, gue coba masukin Aqua 1500ml. Ternyata masi cukup walo mungkin pada kenyataannya terlalu berat dibawa-bawa yah? Masuknya cukup, tapi ritsleting ngga bisa ditutup karena tinggi si botol Aqua sama dengan tinggi tasnya.


Semoga memberikan cukup gambaran yah, untuk membeli Ciciero model yang mana kalo mau dipake sebagai diaper bag.

Tuesday, August 4, 2009

Friend

An Aquaintance is

a person we only know by name, but we never met
a person we met but we don't now by name


A Friend is

an Aquaintance who we'd share information, stuff, stories
an Aquaintance who we'd share friends


A Good Friend is

a Friend who understands us
a Friend who is sometimes around to come to
a Friend who showed us our mistake risking the friendship it self
a Friend who wished all the best for us


A Best Friend is

a Good Friend who we feel secure with
a Good Friend who is always around to come to
a Good Friend who wished and did all the best for us
a Good Friend who push aside her troubles to step into ours


A Lover is

a Best Friend who might be a spouse in the future :D


A Spouse is

a Lover to whom we make love...halal & freely! =))
a Lover with whom we share our beloved children
a Lover with whom we want to spend the rest of our life with







*To Kenya, happy 25 years of friendship

Friday, July 17, 2009

BlackBerry (III) Cara Cek BlackBerry Suspend/Tidak

source link: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1457588
username: 813


Talking CARA CHECK BB SUSPEND Atau UNSUSPEND

UNTUK BARANG BARU DARI TOKO

Cek Awal :
Cek No pin dan imei di unit (Option-status)/Alt-Cap-H
Cek No pin dan imei di tempat baterai
Cek No pin dan imei di dus.
Pastikan ketiganya sama dan bener2 asli bukan buatan sendiri (tempelan doang)
Boleh dtitambahkan untuk cek batere, kalo baru di lempengan timah ngga boleh ada titik/lecet apapun (soalnya banyak yg diganti bekas)

BIS harus aktif dulu ato paling tidak kartunya udah didaftarin!!!
Buka di http://xxx.blackberry.com
(xxx=xl ato indosat ato telkomsel)

Lalu masuk Create NEW Account :
Waktu isi Pin dan imei dan klik next akan keluar tulisan :

1. Your device has not yet been registered with the network.....
Kondisi ini adalah UNSUSPEND karena pin dan imei masih fresh.

2. The Blackberry is registered with another provider/carrier.............
Ada 2 kondisi yaitu :
a. Memang pin dan imei fresh cuma biasanya dr luar negeri (luar provider kita)
b. Pin dan emai tidak fresh dan ada kemungkinan udah di pake di luar provider kita.
Langkah yang dilakukan adalah hidupkan BB - Option - STATUS lalu ketik BUYR. Kalo bener2 baru Voice dan data usage harus 0, dan kalo isinya udah exceeded... berarti BEKAS (Ati2!)
Tapi kalo isinya baru 2.5 kb (masih dikit) mungkin dibuka untuk kebutuhan unlock. Tapi usahakan cari yang 0
Kondisi ke-2 ini beresiko untuk suspend jadi usahakan minta GARANSI PIN SUSPEND (dalam arti kalo suspend ditukar)

3. Your Account is already registered .....
Ada 2 kondisi :
a. Barangnya barang bekas (refurbished) dan udah pernah dipake dg provider kita (cek BUYR untuk memastikan)
b. Atau barang baru (BUYR=0) tapi pinnya udah diclone dan didaftarkan ke provider kita.
Kondisi 3 ini beresiko untuk suspend jadi usahakan minta GARANSI PIN SUSPEND (dalam arti kalo suspend ditukar)

4. Your Account is SUSPENDED......
Ngga bisa untuk BIS (Blackberry Internet Service) tapi hanya Tlp dan sms doang (atau sekarang yang lagi ngetrend " your pin and imei is INVALID...")
Rekomendasi : JANGAN DIBELI !!!!!!

AFAIK kondisi suspend dikarenakan :

1. Kondisi PIN dan IMEI telah tercloning di tempat laen
2. Barang hasil curian
3. Barang yang belinya dengan sistem kontrak di LN tapi di bawa kabur ke sini
4. Ada masalah hukum lainnya.


SARAN :
  • Simpan pin dan imei anda (dusnya disimpen).
  • Jangan sering pinjemkan BB anda.
  • Jangan sering menshare pin ke orang yang ngga jelas atau di friendster, facebook, dan tempat2 publik lain termasuk kartu nama, rawan dicloning.
  • Beli di operator resmi
  • Beli di toko rekomendasi
  • Beli di toko yang ada internet untuk cek semua di atas
  • Minta GARANSI PIN
  • Jangan mau kalo di kasih yg tombolnya AZERTY atau QWERTZ, cari yang QWERTY (lebih mudah utk ngecek aja)

KALO BISA CARI PENJUAL YANG SEKALIGUS BISA MENGATIFKAN BIS BLACKBERRY (Jadi anda terima beres dan langsung pake)

KICKPIN

Cara tendang PIN:
Misal ada PIN yang nyangkut di bb X, dan bb Y working well.
Syarat sinyal bb X dan bb Y sudah GPRS besar, dan standby sekitar 5'-10'.
Langkah-langkah :
1. Login ke bb webclient (www.operator. blackberry. com) dengan username bb Y di PC or opera mini.
2. Pilih change device (menu di samping kiri), masukkan PIN dan IMEI bb X dan save.
3. SSB (send service book), sampai successfull, standby 1'-2'.
4. Pilih change device lagi, masukkan PIN dan IMEI bb Y dan save.
5. SSB lagi, sampai successfull, standby 1'-2'.
6. Wipe handheld bb X.
7. Bb X sudah bisa digunakan untuk create username lagi.

TEST International Number Plans

Untuk test apakah Imei BB anda sesuai dengan jenis BB anda. Hal ini untuk memastikan kalo ternyata beda berarti BB anda hasil kloningan.
http://www.numberingplans.com/?page=analysis&sub=imeinr


Tuesday, March 17, 2009

Kepikiran, part 2

Semalem baru pulang jam 00.30 dari dsog. Alhamdulillah kali ini ga gitu spaneng orangnya..hehehe. Gw dateng buat ngeset jadwal sesar, which will be on March 21st, jamnya ikut longgarnya si dokter yg kebetulan hari itu full jadwal laparoskopi. Kemungkinan sih setelah jam 12 siang dia mulai longgar katanya.

Kenapa tanggal itu? Supaya si ayah bisa pulang seminggu lebih..hehehe. Tak lupa sambil mastiin jadwal, gw tetep nawar buat vbac. Incase sebelum tanggal 21 gw ada tanda-tanda ke arah normal, apa boleh gw coba normal dulu? Ternyata dia ok-ok aja. Yah gw pikir klo dah masuk minggu depan mah dah males juga kali ngeden demi bayi 4kg yg mana perkiraan bayi gw biasanya cenderung lebih gede timbang dari USG.

Perlu dicermati juga, dokter ini ga sekedar ngitung diameter kepala buat nentuin BB bayi, tapi juga ngukur panjang tungkai, yg menurut gw lebih akurat timbang ukuran kepala. Gw sempet tanya, dengan prediksi 3.7-3.8kg plus minus errornya brapa? Katanya sih 200gr. Jadi klo pun bayi bakal lebih kecil, tetep ga mungkin kurang dari 3kg. Yahh, moga-moga aja ga jauh banget melesetnya si usg sama berat aslinya..

Kenapa gw tetep ngeyel mo coba normal?
Emm, tadinya udah ngga sih. Tapi mulai hari minggu kemaren kok kontraksi kek ada pertambahan kuantitas walo blon kualitas (dari yg tadinya 3-4x sejam, sekarang dah 5-6x, tapi blon ada yg ngegigit rasanya).

Jadi sekarang, ya tinggal tunggu tanggal mainnya aja. Klo yg baik buat gw lahiran normal, ya insya Allah bakal normal. Klo yg baik sesar, ya ntar sesar. Paling tar sore gw ke DSA langganan buat janjian bisa ga on call ke RS yg ini.

Terakhir, mohon doa atas kelancaran lahiran, baik melalui proses normal maupun sesar. Dan gw juga mohon maaf atas kesalahan2 gw, baik yg disengaja maupun tidak.

*still sent from my bluberi SE k810i walo jempol mulai kapalan secara e75 ga kluar2, powered by XL yang..oiya lupa mo daptar yg inet unlimited cepek..*

Tuesday, February 17, 2009

My second born

Sekalian daaaaahhh....
Hajaaaaaarrrrr...

Yang Darris ada di sebelah yak...

Here you go mommies - a different kind of survey for a change - it's all about your first born!Just copy and paste it in a new note for yourself!
Let's see how much you remember!


1. WAS YOUR SECOND CHILD'S PREGNANCY PLANNED?
Ngga sih...
Pada dasarnya sih diinginkan tapi tak direncanakan =D
Jadi emang pengen jarak 2th-an gitu, tapi kaget juga pas jadi...secara pas Darris 12 bln udah isi lagi...

2. WERE YOU MARRIED AT THE TIME?
Iyelaaahhh...
Masi nanya juga looo??

3. WHAT WERE YOUR REACTIONS?
supres supres gak supres sih...hehehhe


4. WAS ABORTION AN OPTION FOR YOU?
GILEEEE AJEEEE!!!
*teuteuppp*


5. HOW OLD WERE YOU?
27 th 6bln


6. HOW DID YOU FIND OUT YOU WERE PREGNANT?
Masi tetep sama ama yang pertama...
Lidah kebalik...tapi lupa pas makanan apa tuh...


7. WHO DID YOU TELL FIRST?
Yang menghamili =)) *teuteuuuppp*


8. DID YOU WANT TO FIND OUT THE SEX?
Mayan sih waktu itu, secara udah anak kedua mulai ada preferensi =D
Cuman, tauk dah dokternya kebanyakan alesan ato emang gak keliatan, jadi gak jelas mulu...
Sampe pas second opinion ke dokter yg bantuin lahir Darris, eh si dokter langsung bilang insya Allah cewek buuu...
*laaaaaaahhh dokter gue yg biasanya ngapain ajaaaa??*

9. DUE DATE?
22 Sept 2006, tapi lahirnya 30 Sept 2006


10. DID YOU HAVE MORNING SICKNESS?
Mayan masi susah makan nasi tapi mendingan timbang pas Darris sih...


11. WHAT DID YOU CRAVE?
Kentang...terutama baked potato w/ broccoli-nya Wendy's

12. WHO/WHAT IRRITATED YOU THE MOST?
Kondisi rumah =(
Secara masi numpang di ortu dan makin2 aja bentroknya...

13. WHAT WAS YOUR SECOND CHILD'S SEX?
Cewek


14. DID YOU WISH YOU HAD THE OPPOSITE SEX OF WHAT YOU WERE GETTING?
Ngga...udah ada kakaknya


15. HOW MANY POUNDS DID YOU GAIN THROUGHOUT THE PREGNANCY?
6.5 kilo...


16. DID YOU HAVE A BABY SHOWER?
Ngga, udah anak kedua soalnya..


17. WAS IT A SURPRISE OR DID YOU KNOW?
ih, dibilangin kaga ada apa2 masi nanya lagi...


18. DID YOU HAVE ANY COMPLICATIONS DURING YOUR PREGNANCY?
Sungsang...teruuuussss sampe deket due date...
Udah nungging-nungging mpe mimisan tetep ajah...
Udah dari 7bln juga gue tanya ma dokternya, dok, ngga kelilit neh?...si dokter tetep aja jawabnya gak jelas, gak kliatan...
*ih dokter ini mah dari awal juga tiap ditanya apa2 gak jelas mulu jawabannya*


19. WHERE DID YOU GIVE BIRTH?
RSI 2 Jemursari Surabaya
tetep juga...keknya bakal jadi langganan dah =D
Abisnya tempatnya enaaaakkk...suster2 bidan2 dah pada kenal...


20. HOW MANY HOURS WERE YOU IN LABOR?
30-45 menit rasanya di ruang ops...klo pas ngeluarin babynya lebih dari 15 menit, rada lama soalnya kelilit 2 lilitan trus rapet.


21. WHO DROVE YOU TO THE HOSPITAL?
Bapakku juga...tapi didrop, bareng ama DJ

22. WHO WATCHED YOU GIVE BIRTH?
DSOG, 1 dr anestesi, 2 ato 3 perawat


23. WAS IT NATURAL OR C-SECTION?
Sesar...
Sabtu pagi kontrol, trus CTG...hasilnya rada megap-megap soalnya pas kontraksi malah detak jantungnya ngilang...
mesti cepet ambil keputusan sesar secara:
- telat 8hr
- tetep sungsang
- ga ada kontraksi sama sekali
- posisi masi jauh
- baby gede, perkiraan terakhir 3.5kg
- CTG gak bagus
akhirnya menyerah pasrah ops aja hari itu juga magrib-magrib (jadi dokternya buka puasanya nyesar =D)


24. DID YOU TAKE MEDICINE TO EASE THE PAIN?
Ya iyalaaahhh namanya sesar...dapet morfin jugah...ajeb2 daahh


27. HOW MUCH DID YOUR CHILD WEIGH?
3.6 kilo

28. WHEN WAS YOUR CHILD ACTUALLY BORN ?
30 09 2006 jam 18.15

30. WHAT DID YOU NAME HIM/HER?
Fidellynne Khaleesha Abidin

31. HOW OLD IS YOUR FIRST BORN TODAY?
2th 4bln, dah mo ada adiknya lagi, insya Allah =D

My first born

(lupa mindah dari fesbuk =D)

Copas dari Dyah, yang copas punya Clodi. =)) mbulet ae...

Here you go mommies - a different kind of survey for a change - it's all about your first born!
Just copy and paste it in a new note for yourself!

Let's see how much you remember!


1. WAS YOUR FIRST CHILD'S PREGNANCY PLANNED?
Isi setelah nikah 3 bulan. 
Sebelumnya gelisah kok gak sukses2...ternyata lupa klo pernah berdoa supaya abis nikah pacaran dulu 3 bulan =D. Maha Mendengar...
Tespack pertama sekitar tanggal2 pemilu 2004 =D

2. WERE YOU MARRIED AT THE TIME?
Dikeplaki bapakku kalo enggak =))


3. WHAT WERE YOUR REACTIONS?
AKHIRNYAAAAAAAA!!!


4. WAS ABORTION AN OPTION FOR YOU?
GILEEEE AJEEEE!!!


5. HOW OLD WERE YOU?
25 th 9 bln


6. HOW DID YOU FIND OUT YOU WERE PREGNANT?
Lidah kebalik...
Hotdog jadi rasa pepsoden...


7. WHO DID YOU TELL FIRST?
Yang menghamili =))

8. DID YOU WANT TO FIND OUT THE SEX?
Blon sempat penasaran, taunya 4-5bln malah ditunjuk2kin sama anaknya pas USG. 
Jadinya jelas banget =D

9. DUE DATE?
9 Des 2004, tapi lahirnya 12 Des 2004


10. DID YOU HAVE MORNING SICKNESS?
PARAAAAAAAAAHHHHH!!!


11. WHAT DID YOU CRAVE?
Steak =D

12. WHO/WHAT IRRITATED YOU THE MOST?
Di rumah mulu, DJ pulangnya jarang =(( jarang dapet pijet deeeeehhh

13. WHAT WAS YOUR FIRST CHILD'S SEX?
Cowok


14. DID YOU WISH YOU HAD THE OPPOSITE SEX OF WHAT YOU WERE GETTING?
Ngga...emang lebih pengen laki waktu itu timbang cewe...


15. HOW MANY POUNDS DID YOU GAIN THROUGHOUT THE PREGNANCY?
11 kilo...
Hari ini lahiran jam 8 malem, besok siangnya nimbang udah turun 10kg =D
Cuman disisain 1 kg...kekekeke


16. DID YOU HAVE A BABY SHOWER?
Iya, disuruh emak nujuh bulanin...


17. WAS IT A SURPRISE OR DID YOU KNOW?
ya tau lah yeeeee...
pake pengajian2 segala...


18. DID YOU HAVE ANY COMPLICATIONS DURING YOUR PREGNANCY?
DIKIBULIN DOKTER!!!!
4-5 bln dibilang kecil, akhirnya banyak2 makan es krim...
eeeeehhhh, taunya lahir 4kg...HUH!...untung bisa normal...
*masi pengen ngeplaki dokter e sampe sekarang!*


19. WHERE DID YOU GIVE BIRTH?
RSI 2 Jemursari Surabaya


20. HOW MANY HOURS WERE YOU IN LABOR?
Jumat deket tengah malem mulai...
Sabtu pagi jam 5 bukaan 2
Lahirnya Minggu malem jam 8...yaaaahhh...40 jam lah

21. WHO DROVE YOU TO THE HOSPITAL?
Bapakku...soale bapak thok yg bisa nyupir waktu itu =D

22. WHO WATCHED YOU GIVE BIRTH?
DJ, DSOG, 1 bidan, 2 perawat


23. WAS IT NATURAL OR C-SECTION?
Normal...
Setelah berjuang pake pindah dokter dan pindah RS pas bukaan 5, gara2 dipaksa2 sesar!


24. DID YOU TAKE MEDICINE TO EASE THE PAIN?
Ngga...malah dicekoki induksi 3 botol infus =D


27. HOW MUCH DID YOUR CHILD WEIGH?
4 kilo

28. WHEN WAS YOUR CHILD ACTUALLY BORN ?
12 12 2004 jam 8 malem lebih...

30. WHAT DID YOU NAME HIM/HER?
Muhammad Darris Maulana Abidin

31. HOW OLD IS YOUR FIRST BORN TODAY?
4th 2bln, adiknya dah mau 2 =D

Monday, February 16, 2009

Hukum Islam Tentang Donor ASI

(sumber saya dari milis sehat)

Dear Pak Untung,

Insya Allah sudah dipertimbangkan dg dalam. Sebelum melakukan apapun biasanya saya mengkonfrimasi ke ahlinya. Dan informasi yg saya dapat bahwa tidak semudah itu hukum saudara sepersusuan dijatuhkan. Ada persyaratan sendiri utk menjadi saudara  sepersusuan, spt :

- menyusui langsung (bukan minum ASI peras),
- dilakukan selama 5 hari berturut-turut,
- anak berusia dibawah 2 tahun, 
- dan si bayi tidak minum apapun kecuali asi (eksklusif).

Dan semua syarat itu harus ada. Komplit. Gak hanay separuh2 saja. Jika ya terpenuhi semua, baru jatuh hukum saudara sepersusuan atau muhrim.

Referensi tsb dijelaskan detail oleh Yusuf Qardawi di bukunya Fatwa-Fatwa Kontemporer. Insya Allah shahih.

Jadi kalo memberikan ASI peras bahkan menyusui sekali kepada seorg anak gak akan membuat ia menjadi muhrim utk anak kita.

Saya posting artikel dari fatwa tsb.

Tapi sekali lagi ini masalah keyakinan. Semua kembali ke kita masing ya pak. Kita jalankan yg yakin menurut kita. Mohon maaf bagi yg non muslim jika bahasan ini membahas soal agama. Karena kondisi ini masih related dg kesehatan dan berulang kali ditanyakan, maka rasanay perlu dishare kemabli agar tidak menimbulkan kebingungan.

Maaf jika tidak berkenan
Luluk

-------------------------------------

(Bagian 1/2, 2/2)
Fatwa-fatwa Kontemporer
Dr. Yusuf Qardhawi
Gema Insani Press


BANK SUSU (1/2)
Dr. Yusuf Qardhawi

Pertanyaan

Anak yang lahir prematur harus memerlukan perawatan tersendiri dalam suatu jangka waktu yang kadang-kadang lama, sehingga air susu ibunya melimpah-limpah.

Kemudian si anak mengalami kemajuan sedikit demi sedikit meski masih disebut rawan, tetapi ia sudah dibolehkan untuk minum air susu. Sudah dimaklumi bahwa air susu yang dapat menjalin hubungan nasab dan paling dapat menjadikan jalinan kasih sayang (kekeluargaan) adalah air susu manusia (ibu).

Beberapa yayasan berusaha menghimpun susu ibu-ibu yang sedang menyusui agar bermurah hati memberikan sebagian air susunya. Kemudian susu itu dikumpulkan dan disterilkan untuk diberikan kepada bayi-bayi prematur pada tahap kehidupan yang rawan ini, yang kadang-kadang dapat membahayakannya bila diberi susu selain air susu ibu (ASI).

Sudah barang tentu yayasan tersebut menghimpun air susu dari puluhan bahkan ratusan kaum ibu, kemudian diberikan kepada berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus bayi prematur, laki-laki dan perempuan ... tanpa saling mengetahui dengan jelas susu siapa dan dikonsumsi siapa, baik pada masa sekarang maupun masa mendatang. Hanya saja, penyusuan ini tidak terjadi secara langsung, yakni tidak langsung menghisap dari tetek.

Maka, apakah oleh syara' mereka ini dinilai sebagai saudara? 
Dan haramkah susu dari bank susu itu meskipun ia turut andil dalam menghidupi sekian banyak jiwa anak manusia?

Jika mubah dan halal, maka apakah alasan yang memperbolehkannya? Apakah Ustadz memandang karena tidak menetek secara langsung? Atau karena ketidakmungkinan memperkenalkan saudara-saudara sesusuan --yang jumlah mereka sangat sedikit-- dalam suatu masyarakat yang kompleks, artinya jumlah sedikit yang sudah membaur itu tidak mungkin dilacak atau diidentifikasi?

Jawaban

Segala puji kepunyaan Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah. Wa ba'du.

Tidak diragukan lagi bahwa tujuan diadakannya bank air susu ibu sebagaimana dipaparkan dalam pertanyaan adalah tujuan yang baik dan mulia, yang didukung oleh Islam, untuk  memberikan pertolongan kepada semua yang lemah, apa pun sebab kelemahannya. 
Lebih-lebih bila yang bersangkutan adalah bayi yang lahir prematur yang tidak mempunyai daya dan kekuatan.

Tidak disangsikan lagi bahwa perempuan yang menyumbangkan sebagian air susunya untuk makanan golongan anak-anak lemah ini akan mendapatkan pahala dari Allah, dan terpuji di sisi manusia. Bahkan air susunya itu boleh dibeli darinya, jika ia tak berkenan menyumbangkannya, sebagaimana ia diperbolehkan mencari upah dengan menyusui anak orang lain, sebagaimana nash 

Al-Qur'an serta contoh riil kaum muslim.

Juga tidak diragukan bahwa yayasan yang bergerak dalam bidang pengumpulan "air susu" itu --yang mensterilkan serta memeliharanya agar dapat dikonsumsi oleh bayi-bayi atau anak-anak sebagaimana yang digambarkan penanya-- patut mendapatkan ucapan terima kasih dan mudah-mudahan memperoleh pahala.

Lalu, apa gerangan yang dikhawatirkan dibalik kegiatan yang mulia ini?

Yang dikhawatirkan ialah bahwa anak yang disusui (dengan air susu ibu) itu kelak akan menjadi besar dengan izin Allah, dan akan menjadi seorang remaja di tengah-tengah masyarakat, yang suatu ketika hendak menikah dengan salah seorang dari putri-putri bank susu itu. Ini yang dikhawatirkan, bahwa wanita tersebut adalah saudaranya sesusuan. Sementara itu dia tidak mengetahuinya karena memang tidak pernah tahu siapa saja yang menyusu bersamanya dari air susu yang ditampung itu. Lebih dari itu, dia tidak tahu siapa saja perempuan yang turut serta menyumbangkan ASI-nya kepada bank susu tersebut, yang sudah tentu menjadi ibu susuannya. Maka haram bagi ibu itu menikah dengannya dan haram pula ia menikah dengan putri-putri ibu tersebut, baik putri itu sebagai anak kandung (nasab) maupun anak susuan. Demikian pula diharamkan bagi pemuda itu menikah dengan saudara-saudara perempuan ibu tersebut, karena mereka sebagai bibi-bibinya. Diharamkan pula baginya menikah dengan putri dari suami ibu susuannya itu dalam perkawinannya dengan wanita lain --menurut pendapat jumhur fuqaha-- karena mereka adalah saudara-saudaranya dari jurusan ayah ... serta masih banyak masalah dan hukum lain berkenaan dengan susuan ini.

Oleh karena itu, saya harus membagi masalah ini menjadi beberapa poin, sehingga hukumnya menjadi jelas.

Pertama, menjelaskan pengertian radha' (penyusuan) yang menjadi acuan syara' untuk menetapkan pengharaman. 

Kedua, menjelaskan kadar susuan yang menjadikan haramnya perkawinan.

Ketiga, menjelaskan hukum meragukan susuan.

Pengertian Radhn' (Penyusuan)

Makna radha' (penyusuan) yang menjadi acuan syara' dalam menetapkan pengharaman (perkawinan), menurut jumhur fuqaha -termasuk tiga orang imam mazhab, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafi'i-- ialah segala sesuatu yang sampai ke perut bayi melalui kerongkongan atau lainnya, dengan cara menghisap atau lainnya, seperti dengan al-wajur (yaitu menuangkan air susu lewat mulut ke kerongkongan), bahkan mereka samakan pula dengan jalan as-sa'uth yaitu menuangkan air susu ke hidung (lantas ke kerongkongan), dan ada pula yang berlebihan dengan menyamakannya dengan suntikan lewat dubur (anus).

Tetapi semua itu ditentang oleh Imam al-Laits bin Sa'ad, yang hidup sezaman dengan Imam Malik dan sebanding (ilmunya) dengan beliau. Begitu pula golongan Zhahiriyah dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad.

Al-Allamah Ibnu Qudamah menyebutkan dua riwayat dari Imam Ahmad mengenai wajur dan sa'uth.

Riwayat pertama, lebih dikenal sebagai riwayat dari Imam Ahmad dan sesuai dengan pendapat jumhur ulama: bahwa pengharaman itu terjadi melalui keduanya (yakni dengan memasukkan susu ke dalam perut baik lewat mulut maupun lewat hidung). Adapun yang melalui mulut (wajur), karena hal ini menumbuhkan daging dan membentuk tulang, maka sama saja dengan menyusu. Sedangkan lewat hidung (sa'uth), karena merupakan jalan yang dapat membatalkan puasa, maka ia juga menjadi jalan terjadinya pengharaman (perkawinan) karena susuan, sebagaimana halnya melalui mulut. 

Riwayat kedua, bahwa hal ini tidak menyebabkan haramnya perkawinan, karena kedua cara ini bukan penyusuan. Disebutkan di dalam al-Mughni "Ini adalah pendapat yang dipilih Abu Bakar, mazhab Daud, dan perkataan Atha' al-Khurasani mengenai sa'uth, karena yang demikian ini bukan penyusuan, sedangkan Allah dan Rasul-Nya hanya mengharamkan (perkawinan) karena penyusuan. Karena memasukkan susu lewat hidung bukan penyusuan (menghisap puting susu), maka ia sama saja dengan memasukkan susu melalui luka pada tubuh."

Sementara itu, pengarang al-Mughni sendiri menguatkan riwayat yang pertama berdasarkan hadits Ibnu Mas'ud yang diriwayatkan oleh Abu Daud:

"Tidak ada penyusuan1 kecuali yang membesarkan tulang dan menumbuhkan daging"

Hadits yang dijadikan hujjah oleh pengarang kitab al-Mughni ini sebenarnya tidak dapat dijadikan hujjah untuknya, bahkan kalau direnungkan justru menjadi hujjah untuk menyanggah pendapatnya. Sebab hadits ini membicarakan penyusuan yang mengharamkan perkawinan, yaitu yang mempunyai pengaruh (bekas) dalam pembentukan anak dengan membesarkan tulang dan menumbuhkan dagingnya. Hal ini menafikan (tidak memperhitungkan) penyusuan yang sedikit, yang tidak mempengaruhi pembentukan anak, seperti sekali atau dua kali isapan, karena yang demikian itu tidak mungkin mengembangkan tulang dan menumbuhkan daging. Maka hadits itu hanya menetapkan pengharaman (perkawinan) karena penyusuan yang mengembangkan tulang dan menumbuhkan daging. Oleh karena itu, pertama-tama harus ada penyusuan sebelum segala sesuatunya (yakni penyusuan itu merupakan faktor yang utama dan dominan; Penj.).

Selanjutnya pengarang al-Mughni berkata, "Karena dengan cara ini air susu dapat sampai ke tempat yang sama --jika dilakukan melalui penyusuan-- serta dapat mengembangkan tulang dan menumbuhkan daging sebagaimana melalui penyusuan, maka hal itu wajib disamakan dengan penyusuan dalam mengharamkan (perkawinan). Karena hal itu juga merupakan jalan yang membatalkan puasa bagi orang yang berpuasa, maka ia juga merupakan jalan untuk mengharamkan perkawinan sebagaimana halnya penyusuan dengan mulut."

Saya mengomentari pengarang kitab al-Mughni rahimahullah, "Kalau 'illat-nya adalah karena mengembangkan tulang dan menumbuhkan daging dengan cara apa pun, maka wajib kita katakan sekarang bahwa mentransfusikan darah seorang wanita kepada seorang anak menjadikan wanita tersebut haram kawin dengan anak itu, sebab transfusi lewat pembuluh darah ini lebih cepat dan lebih kuat pengaruhnya daripada susu. Tetapi hukum-hukum agama tidaklah dapat dipastikan dengan dugaan-dugaan, karena persangkaan adalah sedusta-dusta perkataan, dan persangkaan tidak berguna sedikit pun untuk mencapai kebenaran."

Menurut pendapat saya, asy-Syari' (Pembuat syariat) menjadikan asas pengharamnya itu pada "keibuan yang menyusukan" sebagaimana firman Allah ketika menerangkan wanita-wanita yang diharamkan mengawininya:

"... dan ibu-ibumu yang menyusui kamu dan saudara perempuanmu sepersusuan ..." (an-Nisa': 23)

Adapun "keibuan" yang ditegaskan Al-Qur'an itu tidak terbentuk semata-mata karena diambilkan air susunya, tetapi karena menghisap teteknya dan selalu lekat padanya sehingga melahirkan kasih sayang si ibu dan ketergantungan si anak. Dari keibuan ini maka muncullah persaudaraan sepersusuan. Jadi, keibuan ini merupakan asal (pokok), sedangkan yang lain itu mengikutinya.

Dengan demikian, kita wajib berhenti pada lafal-lafal yang dipergunakan Syari' di sini. Sedangkan lafal-lafal yang dipergunakanNya itu seluruhnya membicarakan irdha' dan radha'ah (penyusuan), dan makna lafal ini menurut bahasa Al-Qur'an dan As-Sunnah sangat jelas dan terang, yaitu memasukkan tetek ke mulut dan menghisapnya, bukan sekadar memberi minum susu dengan cara apa pun.

Saya kagum terhadap pandangan Ibnu Hazm mengenai hal ini. Beliau berhenti pada petunjuk nash dan tidak melampaui batas-batasnya, sehingga mengenai sasaran, dan menurut pendapat saya, sesuai dengan kebenaran.

Friday, February 6, 2009

Kopdar Ama Mumu

Akhirnya ketemuan juga ama Mumu + Darrell...belakangan papa Darrell nyusul juga tuh =D

Untungnya gue nitip pesenan dari Uwi Maniapasta (shepherd pie ama american risoles) yang mesti buruan diambil. Kenapa buruan? Kenapa Muuuu?? Biarlah Mumu yang menjawab...wakakakaka...
Malah untung kudu buruan, secara klo bisa dipending bakalan kepending ampe kapan tauk secara abis gitu Semarang ujan dan banjir berat bikin males keluar rumah.

Jadi awalnya tuh sms-an ama Mumu, kabar-kabaran. Trus belakangan Mumu bilang mo ke tempat gue aja nganter titipannya, jauh ngga?
Naahh, kebeneran di rumah juga lampu mati, kaga masak, mendingan sekalian ketemuan aja ditengah. Di DPmall.
Sampe DPmall, ternyata Mumu dah duluan sampe dah tuh. Udah masuk Carrefour segala. Gue ajakin makan aja dulu secara gue udah laper =D

Harusnya kan udah santai yah...bisa ngobrol, poto-potoan...KAGA!
Yang ada:
1. Gue sibuk ngebujuk DD supaya mau duduk di kursi fudkot instead of di troli. Secara mereka tuh klo udah ketemu orang asing bakalan langsung diem cep dan gak mau deket-deket. Akhirnya dengan segala bujukan, si Dellynn mau pindah, sementara Darris masi nongkrong di troli ampe pesenan dateng =D

2. Darrell mau ke tempat maen. Kek timezone gituh. Jadi lari aja dia ngabur. Maka pas gue dah longgar, kamera HP siap, yang ada Mumu kabur ngejar Darrell =D

3. Makanan dateng, gue sibuk nyiapin buat krucil, dan belakangan nyuapin 3 mulut termasuk mulut gue =D

4. Demikian pula adanya Mumu, nyuapin dua mulut =D

5. Darrell mulai ngantuk, rewel berat. Jadi Mumu sibuk ngegendong sambil nyanyiin, yang mana gak lama setelah itu papa Darrell dateng dan mengambil alih, ngajak ke tempat maen =D (Mumu rada manyun, "halaahh udah dinyanyiin cape-cape taunya tetep aja ke tempat maen"...kekekeke)

6. Gue sendiri rada gelisah soalnya nunggu kabar dari DJ yg lagi OTW ke Semarang naik pesawat via Jogja. Jadi asli pecah2 konsen gue.

Jadi yang berhasil memfoto, hanya Mumu seorang pas gue tinggal mesen-mesen. 
Poto-poto di tempat Mumu yaaa...

*mohon maap apabila kurang kronologis =))

Wednesday, January 28, 2009

Meledak

Ufffffff...
Meledak juga akhirnya...
Entah karena hormon...entah juga apa karena emang sikon...

PART I

Minggu ini gue udah masuk 30 minggu.
Masuk trisemester 3.
Per awal bulan depan udah masuk bulan ke-8.
Tinggal seperempat jalan lagi, alhamdulillaahh...

Kontraksi palsu yang udah mulai dari belasan minggu, rada intens sekitar 5-6x per hari sekarang ini. Cukup ngebikin gue mesti pause sebentar dari aktifitas yang sedang dikerjakan, dan susah napas klo datengnya pas lagi posisi rebahan.
Tendangan udah setara Marco van Basten (yaelah contonya jadul amit =P).
Nyeri pelvis dah dari trisemester 1 dan of coz makin ke belakang makin parah.
Nyeri pinggang/panggul dah sehari-hari.
Kaki pegel? Gak usah nanya.
Napas ngos-ngosan? Pastinyeeeee.
Dua minggu lalu sempat rada kliyengan juga, ternyata tensi drop 90/70. Ketauannya juga pas waktunya kontrol DSOG. Katanya kemungkinan kecapean ato kurang tidur. Ya iyelaaaahhh secara waktu itu gue juga pilek idung mampet mana bisa tidur malem.
Tidur siang? Trus siapa yang ngangon anak?

Trus minggu lalu DJ ngabarin mesti ke Balikpapan.
Great.
Brapa lama?
Seminggu.
Yeah GREAT.
Dari Kamis sampe Rebo malem ini mestinya sampe lagi di Semarang.

Tadi ngabarin lagi katanya mesti extend sampe Rebo depan.
Cool. Anything you have to do dah.

PART II

Dua toddler gue umurnya lagi sedeng. 4th sebulan, ama 2th 4bln.
Pinter-pinter (ya eyalah mosok anak sendiri mo dibilang bloon bego sih?).
Dah pinter maen sendiri ato bareng. Mainan dikeluarin satu per satu ampe nyebar serumah. Beberapa kali gue nyaris jatoh gara-gara mainan di lantai gak keliatan ketutupan perut.
Pinter setel tipi dan dvd sendiri si kakak walo pake naek kursi.
Pinter usil gangguin adeknya mpe jeritan yang kecil kedengeran di ujung gang sono.
Pinter rebutan maenan mpe adik jerit-jerit ato si kakak yang nangis gara-gara digigit si adek.
Pinter milih, makanan dari kulkas dah dipanasin tau-tau protes sambil nangis ga mau dipanasin.
Sembari sibuk nyiapin makan yang satu, satunya lagi udah ngeyel minta dipasangin filem, ampe ngomong 5x.
Pinter makan pake tangan si adik mah. Udah ada sendok garpu, tangannya tetep masuk. Klo tangan dah kotor dielapin sreett ke baju walo udah disediain tisu.
Pinter makan sendiri si kakak. Sampe sekitar 2/3 porsi abis. Terus ditinggal piringnya, waktunya gue lagi yang nyuapin.
Si adik juga pinter, klo udah dicemili lauk yang dia doyan, piring ditinggal. Sisa sebagian nasi ama lauk yang kurang doyan. Kalo lanjut disuapin dan suapannya mengandung si lauk tertinggal, dia pinter banget ngelepehnya. Kebanyakan ke lantai.
Pada udah pinter maen komputer. Satu maen satu suporter. Sampe si suporter mau maen juga, jejeritan lagi dah.
Kalo pergi-pergi juga biasanya kompak. Pinter deh. Satu tau-tau tidur aja di troli, satunya terkantuk-kantuk. Klo ada ayahnya sih mendingan bisa pegang satu-satu.

PART III

Kalo lagi ada DJ, alias ga lagi dines luar kota, gue masi bisa istirahat masak. Palingan masak nasi, ntar lauk bisa beli nitip pas DJ pulang kantor. Ikan bakar/goreng, ayam penyet, ca kangkung pedesh, sate kambing/ayam, mayanlah. Ato nitip tempe tar langsung digoreng. Secara tempe ngga bisa kesimpen lama kan.

Tapi kalo gini lagi ngga ada yang bisa dititipin, ya terpaksa masak sendiri terus. Ngga bisa rehat. Emang gak tiap hari sih masak. Tapi dulu gue masi bisa sekali masak buat ampir 3 hari. Lha entah kok sekarang paling lama 2 hari doang yah. Jadinya tiap dua hari sekali gue mesti masak. Weleh, yang sehari juga ngga bisa dipake rehat, masi banyak yang lain yang mesti dikerjain. Kalo 3 hari sekali baru berasa istirahatnya.

Dan semua pasti tau kan yah?
Masak mah kaga kayak ditipi yang tinggal cemplung-cemplung ini itu seprapat jam kelar.
Kalo pake bahan beku musti nunggu cair dulu. Itu juga klo kek bakso, sosis, smoked beef, musti motongin. Kalo pake sayur mesti milihin, ngupasin, motongin. Kalo masak pasta, ngga dari bungkus trus langsung dikriuk dikrikiti keknya ya?
Bumbu juga bawang-bawangan keknya gak ada yg tinggal cemplung mentah-mentah pake kulit dan utuh bulet gitu kan yah? Pake keju juga musti marutin. Blon lagi yang pake ngulek, blender, dan proses sejenis which gue skip dah masakan yang kudu pake beginian.
Oiyah, ngga kelewatan baca part I ama II kan?

Trus sampe ke tahap yang enteng, cemplung cemplung bumbuin beres dah.

Beres?
Yang bener???
Itu wadah potongan bahan tadi udah dicuci blon?
Dari piso, styrofoam (gue hobi nyimpen styrofoam buat wadah potongan bahan pas mo masak), plus piring-piring bekas makan, gelas, sendok garpu, dkk numpuk semua tinggi di bak cuci.

PART IV

Dua hari lalu gue mulai puyeng. Bahan makanan menipis.
Makroni abis, spageti abis, kentang tinggal 2 biji, bombay 3 biji, wortel 3 biji, tomat sebiji, tempe abis, sayur tinggal brokoli, tauk dah apaan lagi yang abis.

Ya ampuunnn sayur abis aja mumet yah? Kan ada tukang sayur lewat tiap hari!
Eng, iya itu di tempat lo keknya. Disini tukang sayur lewatnya suka-suka, umumnya 3 hari sekali, dan siang-siang. Jam brapa? 10-11an. Yang dibawa tinggal sisa-sisa. Klo abis ya kaga akan naek sini dia mah. Kaga lewat. Pesen juga gitu. "Mas bawain A, B, ama C yah besok". Dia nyatet. Besoknya ya blon tentu dateng. Balik ke stori diatas. Tauk kapan klo pas lewat lagi, ditanyain kenapa kemarenan gak dibawain? "Barangnya ngga ada bu". Haiyah.

Ya ke pasar doonngg...mosok pasar juga ga ada sih?
Ya ada lah pasar mah. Sekitar 1.5km turun gunung. Tapi mo jalan kaki?
Becak doongg, ato ojek kek!
Yaelah, gempor kali becak disini mah. Ojek adaa...pangkalannya 1.5km turun gunung sebelah sononya pasar. Jadi mo naek apa dari sini?
Motor lu?
Oh iya, ada motor nganggur. Tapi si Dellynn enaknya suruh duduk mana yah? Di belakang blon bisa pegangan, di depan kesundul perut gue.
Lha? Trus biasanya lu blanja dimana??
Di Carrefour. Mingguan.
Ya udah ke Kerfur aja gih.
He eh, plannya gitu, naek taksi. Tapi keknya gue bakalan butuh ke supermarket lain selain Kerfur, soalnya pasta disitu suka abis. Sambil ngangon dua toddler, dan btw udah baca part I II III diatas kan?

PART V

Gue gak punya ART gak punya BS.
Kayaknya gak perlu ngecepret soal ini yak? Secara 3 bulan terakhir posting di MP silih berganti topiknya sama =D

Giling lo mesti cari dong!
Iye udah mesen tapi klo blon ada kabar mo bilang apaan??

Saturday, January 10, 2009

Pampa

Sodara-sodara...ada yang punya cd pampa terutama nomer 1, 2, dan 3 gak?

Klo ada yang punya, ngopi doooonggg...
Tar diganti deh ongkos CD ama ongkirnya...

Kemarenan udah request maknya si eneng, tapi ternyata ex si eneng udah pada tak senonoh kondisinya...

Kabarin yaaaaa...

Jalan Depan Rumah

Udah pernah posting tentang ini blon ya? Keknya belon deh...

Cuman mo ngasih gambaran aja sebrapa miring jalan depan kontrakan =D

Yang ini arah ke kanan rumah.
Kalo mo pergi naik ke atas dulu trus belok kanan ke 2 gang belakang (gang yg persis belakang masi ada miringnya, tapi 2 gang ke belakang mayan datar). Jalan ke atas ini mungkin masi miring 30 derajat ato kurang dikit lah...tapi sayangnya jalannya juga rada kriting. Orang pada bikin got melintang di depan rumah, yang efeknya jadi ada tonjolan semacem polisi tidur. Giling, udah miring pake polisi tidur =D

Got melintang itu fungsinya buat 'nangkep' air hujan, ato air buangan lain (misalnya bekas cuci motor ato apa), supaya ngga ngalir sepanjang jalan dan bikin tambah licin.


Ini foto yang ke arah kiri rumah.
Yang ini baru 45 derajat =D ampe sebagian jalan paling bawah ngga keliatan kan? Soalnya abis miring yg bagian atas, lebih miring lagi bagian bawah. Mana pemilik rumah paling bawah tuh suka ngaco klo bikin apa-apa. Itu di bawah ada semacam got melintang juga, dengan gundukan lebih nyaho ketimbang yg di atas tadi. Jadi klo naek mobil, even itu taksi, berasa mo kejungkel dah klo lewat yg ke bawah.

Blon lagi jalan masuk ke daerah ini juga lebar jalan palingan 1,5 mpe 2 mobil mefet dan yak betul, penuh tanjakan sekaligus belokan. Mana jalur jalan juga ngga mengkotak (halah bahasane). Jadi belokan-belokan itu ngga 90 derajat, tapi acak kadut kek jalan kampung. Bercabang ke sono sini.

Jadi itulah sebabnya kenapa si pansa masi parkir di kantor ajah dan kita kesononya tetep umpel-umpelan naek pario =D (nyunda bener siiiiiiihhhh??)

Thursday, December 18, 2008

News 18-12-2008: Georgia judge jails Muslim woman over head scarf (AP)

http://news.yahoo.com/s/ap/20081217/ap_on_re_us/muslim_headscarf_arrest

ATLANTA – A Muslim woman arrested for refusing to take off her head scarf at a courthouse security checkpoint said Wednesday that she felt her human and civil rights were violated. A judge ordered Lisa Valentine, 40, to serve 10 days in jail for contempt of court, said police in Douglasville, a city of about 20,000 people on Atlanta's west suburban outskirts.

Valentine violated a court policy that prohibits people from wearing any headgear in court, police said after they arrested her Tuesday.

Kelley Jackson, a spokeswoman for Georgia Attorney General Thurbert Baker, said state law doesn't permit or prohibit head scarfs.

"It's at the discretion of the judge and the sheriffs and is up to the security officers in the court house to enforce their decision," she said.

Valentine, who recently moved to Georgia from New Haven, Conn., said the incident reminded her of stories she'd heard of the civil rights-era South.

"I just felt stripped of my civil, my human rights," she said Wednesday from her home. She said she was unexpectedly released after the Washington-based Council on American-Islamic Relations urged federal authorities to investigate the incident as well as others in Georgia.

The group cited a report that the same judge removed a woman and her 14-year-old daughter from the courtroom last week because they were wearing Muslim head scarves.

Jail officials declined to say why she was freed and municipal Court Judge Keith Rollins said that "it would not be appropriate" for him to comment on the case.

Last year, a judge in Valdosta in southern Georgia barred a Muslim woman from entering a courtroom because she would not remove her head scarf. There have been similar cases in other states, including Michigan, where a Muslim woman in Detroit filed a federal lawsuit in February 2007 after a judge dismissed her small-claims court case when she refused to remove a head and face veil.

Valentine's husband, Omar Hall, said his wife was accompanying her nephew to a traffic citation hearing when officials stopped her at the metal detector and told her she would not be allowed in the courtroom with the head scarf, known as a hijab.

Hall said Valentine, an insurance underwriter, told the bailiff that she had been in courtrooms before with the scarf on and that removing it would be a religious violation. When she turned to leave and uttered an expletive, Hall said a bailiff handcuffed her and took her before the judge.

___

Associated Press writer Kate Brumback in Atlanta contributed to this report.


*****

This is not right.
She's not wearing veil to cover all over her face. She just wore simple jilbab.

Hopefully we will hear less of such news after Obama is president.
Amin.

Dua...Coret

Alhamdulillah lagi...
Asisten satu lagi udah dateng.
Pembokat? Oh bukan...cuman kursi goyang anak alias bouncer :D
Namanya Fisher Price Infant-to-Toddler Portable Rocker.
Harapannya sih asisten yang ini bisa bantuin nenangin baby buat ditinggal-tinggal ngerjain yang lain.

Gue ngidam ini (waktu itu yang tipe non-portable) udah dari sejak hamil Dellynn kayaknya. Gara-gara racunan temen. Bisa dipake dari newborn sampe 18-20kg. Lah 18-20kg mah klo anak gue sampe 5-6th kali :D. Si Darris aja beratnya masi masuk tapi kakinya dah mulai kepanjangan...heheheh. Kata temen gue, dia belinya 350an tahun 2005.
Tapi waktu itu gue telponin babyshop se-Ambas pada kosong semua. Nemu-nemu di Kids Station harganya 1,150jt UDAH DISKON :P
Ogeng klo sejuta lebih mah, harga aslinya aja cuman $38 kok.

Pas brosing-brosing liat penampakan stroller di babyshop Semarang sini, gue sempet liat ada bouncer/rocker ini. Persis plek sama yg di Kids Station sejuta itu. Tapi sekarang harganya 1,699jt.
Set daaaaahhhhh...!! Nginyem doang dehh...

Eh, tau-tau nemu di MP Nelson ini ada yang versi portable alias bisa dilipet. Brosing harga aslinya, $50. Ya udah, mayan tipis selisih harganya ama harga Nelson. Lagian katakanlah beli sendiri onlen langsung dari US, palingan jatuhnya harga kurleb sama aja kena bea masuk ama ongkir. Jadi yah, samber aja dah. Masuk toko disini juga palingan lebih dari 1.7jt :D. Soalnya yg 1.7jt itu aja versi yang non-portable, yang $38. Sementara yang gue beli yang $50, versi portable, dan blon pernah liat di sini.

Bukti kesaktiannya bisa dilihat di foto :D

Babysitter

Semalem kontrol lagi ke Hermina.
Briefly, si baby mukanya antara Darris dan Dellynn :D
Kata dokter alhamdulillah semua normal. Plasenta juga walo posisi rada dibawah tapi kecil kemungkinan previa. Dan kemungkinan cowo makin bertambah soalnya kemaren ada yang kayak monasnya :D

Hubungannya sama judulnya apaaaaaaaaa??
Iya belon sampe situ :D

Gue...
Sama sekali ngga against babysitter ato asisten dalam bentuk apapun. Konteksnya disini dalam pengurusan bayi dan anak yah, bukan rumah tangga secara umum. Cuman gue selalu ngerasa miris dan tersayat di hati kalo ngeliat baby, terutama dibawah setahun yang meringkuk di gendongan si babysitter sambil kadang kalem ngedot. Lebay ga sih gue? Tapi gue bener-bener ngerasa kek sakit ati gituh ngeliatnya.

Seperti semalem di Hermina.
Gue liat ada sepasang suami istri, anaknya kira-kira 4 bulanan. Ngedot di gendongan babysitternya (pake seragam BS gitu). Gue ga liat ada anak lain yang mungkin kakak dari bayi itu. Gue liat si emak bawaannya kuitansi ama tas cangklong, si bapak gotong tas baby.
Jadi itu emak-bapak ga lagi repot ngasuh anak-anak lain dong yah?

Mbok yaaaaaaaa...babynya itu digendong salah satu ortu kenapa???
Klo si emak repot bebayaran, ya si bapak laaaahhh...
Emang itu anak si BS??
Si BS mah suruh gotong-gotong tas baby aja. Tas baby mana perlu bonding?
Kalo perlu si emak bapak itu duduk manis pangku baby sambil ngudang (apa sih bahasa Indonesianya ngudang? maksudnya ngajak main, interaksi, stimulasi, godain, gitu-gitu deh...) ke si baby, sementara si BS aja suruh kelilingan ngantri dan bebayaran.

BS jobdesc-nya bukannya asisten emak ngurusin anak yah? To assist, MEMBANTU. Bukan being the baby's primary caregiver (mbuh bahasa gue bener gak :P), pengasuh utama si bayi. Ya kalo emak bapaknya lagi ga ada, katakanlah dua-duanya kerja mah lain lagi critanya yak. Lha ini dua-duanya ada! Dan malah pada gembol barang-barang gak penting gitu loh. Gregetan gue! (gregetan apa sih indonya? gemes kali yah?)

Baby, apalagi dibawah setahun, lagi penting-pentingnya butuh bonding. Butuh dua orang tuanya. Ato etlis salah satu lah, biasanya si emak, dan paling gampang lewat jalur ngasih ASI. Bonding ini memenuhi kebutuhannya akan keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan terutama psikologis. Jaminan bahwa dia ngga ditelantarkan. Jaminan bahwa dia hidup di luar perut itu kondisinya tetep seperti di dalam perut. Penuh pelukan, hangat, selalu dekat jantung hati ibu, selalu dengar suara ibu, selalu jadi bagian dari ibu...
Kalo ibu capek, overwhelmed, emosi kacau, ya bagian bapaknya toh. Sekedar gendong, ayun-ayun, ngajak main, kelitikin, bahkan jadi breastfeeding father pun masi bisa.

Bear in mind, it's YOUR BABY! It's YOUR BLESSING!
Emak doang, ato bapak doang gak mungkin jadi jadi anak.
Emak sama bapak jadi tim aja blon tentu jadi kok klo ngga ada campur tangan yang Niupin Napas.
Syukurilah udah diberkahin anak...
Ga kurang diluar sana yang sampe nangis bertahun-tahun karena pengen diberkahin anak...
Ga kurang gue denger cerita temen yang tiap bulan nangis tiap dapet mens...

Semoga gue sendiri masi terus bisa berperan sebagai ibu, bukan sekedar seksi hamil dan melahirkan...
Semoga DJ masi terus bisa berperan sebagai ayah, bukan sekedar setor bibit...
Amiiinn...

keterangan foto: Darris Dellynn usia 3 bulan