Sorenya jam 2an, Mama diperiksa lagi. Katanya bukaan sudah 3. Wahh, tambah dekat lagi deh ketemu ad kecil! Sayangnya habis itu Mama dikasih tau kabar buruk.. Ayah ditelepon dokternya. Dokter bilang Mama harus operasi biar ad kecil keluar. Kata dokter jalannya bukaan kelamaan dan kepala ad kecil masih jauh dari pintu lahir. Dokternya engga berani kasih obat induksi karena kepala ad kecil yang kejauhan itu. Konyolnya lagi kata dokter Ayah harus segera putuskan dalam waktu 15 menit sebelum tim dokter yang barusan melaksanakan operasi jam 13.30 pulang. Ayah jadi bingung & khawatir. Kalo Mama jadi bingung, sebal, jengkel, dan kecewa sama dokternya. Mama ngga merasa kenapa-kenapa kok. Kok rasanya buru-buru sekali masih bukaan 3 sudah harus operasi. Apalagi semalam waktu control dokter bilangnya ad kecil udah turun, kok sekarang bilangnya masih jauh. Yang bener yang mana dong? Mama memang pengen segera ketemu ad kecil. Pengen sekali.. Tapi bukan gini caranya. Mama bilang Ayah supaya minta tunda sampai besok ke dokternya. Dokternya setuju. Tapi suasananya sudah jadi aneh. Ayah dan Mama jadi kurang percaya sama dokter dan RSnya.

Ibu juga tanya sama temannya yang juga dokter kandungan. Katanya juga belum perlu operasi. Selama kondisi Mama masih baik-baik aja, mendingan ad kecil ditunggu aja. Bapak juga telpon Ayah teman kantornya yang juga dokter kandungan. Sayangnya dokter yang ini kelihatannya agak sungkan sama dokternya Mama makanya jawabannya setengah-setengah. Lagian dia ngga lihat sendiri kondisi Mama gimana. Ayah juga telpon bude Umul. Bude Umul nawarin Ayah untuk mindahin Mama ke rumah sakit lain. Tapi Mama masih mau nunggu ad kecil di RS itu. Hari itu Mama jalan-jalan kesana kemari sampai bosan.
No comments:
Post a Comment