Monday, March 15, 2004

Pengen Deh Punya Bayi!

Sebelum menikah Mama pengin punya bayi setelah menikah tiga bulan. Nggak lebih cepat karena Mama masih pengin santai sama Ayah. Tapi terus Mama lupa keinginan itu.

Tiga hari setelah menikah, Mama sama Ayah pergi jalan-jalan ke Lombok. Nginapnya di hotel Holiday Inn. Mama waktu itu bilang sama Ayah kalau habis ini punya bayi, jadinya harus dikasih nama yang ada Holi-nya (bagus enggak ya? Kelihatannya kok nggak bagus-bagus amat…). Tapi Allah belum kasih bayi. Nggak jadi deh kasih nama Holi.

Mama mulai baca-baca artikel tentang punya bayi. Semua saran-saran dan anjuran di artikel-artikel itu Mama coba. Mama beli Folic Acid karena katanya supaya bayi sehat, Mama harus sudah minum itu sebelum hamil. Ayah juga ikut minum lho! Kan biar bayinya sehat! Soal makanan Mama juga mulai pilih-pilih. Maunya yang makanan sehat aja. Mama juga jadi nggak suka McDonald. Takut nggak bergizi. Mama juga makan banyak banget (sampai porsinya sama kayak makannya Ayah!) karena Mama takut kekurusan jadi nggak bisa punya bayi. Hasilnya Mama naik tiga kilo tapi masih juga belum punya bayi.

Bulan-bulan berikutnya Mama mulai suntuk. Karena Mama belum juga punya bayi sementara teman-teman yang nikahnya barengan sudah pada dapat. Tapi Ayah santai-santai aja tuh waktu itu. Bulan Februari di acara nikahnya teman Ayah, Mama ketemu istri teman Ayah yang nikahnya dua minggu sebelum Mama dan Ayah. Eh, tapi waktu itu dia sudah hamil dua bulan. Astaga, cepat amat!

Sekitar bulan Februari juga, badan Mama agak aneh. Mama pikir mungkin hamil. Tapi waktu coba pake alat tes kehamilan, dibilangnya negatif. Padahal sudah Mama coba dua kali. Karena badan Mama masih aneh juga, Mama akhirnya ke dokter. Mama takut hamil tapi enggak ketahuan. Kan kasian Adek Kecil kalo nggak ketahuan… Tapi dokter bilang juga enggak hamil. Uh, sebelnya! Mama iri, kenapa yang lain kok gampang sementara Mama susah.

Bulan Maret, entah darimana Mama punya keyakinan kalo kali ini Mama bakalan punya bayi. Tapi memang belum bisa dipastiin, soalnya kan masih terlalu kecil. Kalopun di tes, mungkin belum kelihatan.

Saturday, June 12, 1999

To My Treasures

Dear little piece of my soul
One day be the prince
In the world of decency
Rule the kingdom of honesty
From the palace of fervor
Keep integrity as your throne
Place dignity as your crown
Have humanity within your grip
Walk on the carpet of demeanor
Be the shelter to the lost
Be the entrusted one
Don’t let affliction
Sprays your ether
Smile should always adorn you

Sweet little piece of my heart
One day be the princess
In the world of benevolence
Rule the kingdom of generosity
From the palace of beauty
Keep benignity as your throne
Place probity as your crown
Have chastity within your grip
Walk on the carpet of vigor
Be the haven to the lost
Be the dependable one
Don’t let chagrin
Raise in your air
Beam be always embellish you











My gorgeous little treasures

Let Quran and Hadits
Light your paths
And take your hands
Through the gateway of truth

(June, 12 1999)